Dialog Ini

31 2 1
                                        

Daun daun berjatuhan,
tersedak rintihan solar yang berkilauan,
terlepas dari ranting yang baru saja jatuh cinta.

Tulangnya remuk terbentur hamparan pasir yang baru selesai dibuahi hujan,
darah bercampur bening air mata hujan mengalun di tengah melodi arus sungai.

Mereka menangis sambil tertawa merasakan kepingan tubuhnya.

Perasaannya masih ada,
ingatan tentang keinginannya mati muda,
tentang kerinduannya pada surga,
tentang kegundahannya rindu pada ranting.

Memorinya belum terkunci.

Leher dan tubuh bercerai,
tapi rasa tetap bersetubuh dengan akal.

Kenangannya masih pahit melekat,
tentang lelahnya hati menghirup untaian karbondioksida malam hari,
lalu patah hati.

Terlalu banyak dialog dini ini.

Dan lalu mati.

###

Cermin BerpuisiWhere stories live. Discover now