"Eomma!!" Aku tersenyum dan membuka kedua tanganku selebar mungkin untuk menyambut anakku ke dalam pelukanku. Lalu ku cium keningnya dan menggesekkan hidungku dengan hidung mungilnya.
"Apa kabar baby? Bagaimana sekolahmu hm? Apakah semua baik baik saja baby? Eomma sangat merindukanmu baby." Ku peluk erat anakku dan menghirup harun khas bayi miliknya.
"Nyoungie juga lindu Eomma." Oh, anakku pun membalas pelukanku tak kalah erat denganku. Ku rengkuh tangan mungilnya dan berdiri untuk melihat pria dihadapanku ini.
"Terima kasih sudah memberiku waktu dengan Jinyoungie. Apa kabarmu Hyunbin-ssi?"
Dia tersenyum dan mengacak surai Jinyoung dengan gemas. Oh God, aku rindu senyumannya. "Aku baik-baik saja Hyunie, Jinyoung selalu rebut memintaku untuk bertemu denganmu. Dia benar-benar sangat merindukanmu, seprtiku." Senyumannya berubah menjadi senyuman pilu dan sejujurnya itu menyakiti hatiku. Bagaimanapun juga, kami pernah bersama.
"Me too, I miss you too." Hyunbin mengelus pipiku dengan lembut. "Apa kabar Minki?"
"Dia baik-baik saja. Kumohon Hyunnie, jangan panggil aku Hyunbin-ssi, aku merasa sperti orang asing bagimu ketika kau memanggilku begitu. Panggil au seperti kau biasa memanggilku Hyunnie, karena di dalam hatiku-" Dia meraih tanganku dan meletakkannya di dadanya, jantungnya bergemuruh sepertiku. "Kau masih istriku."
Hyunbin dan mulut manisnya selalu sukses membuatku terkesiap dan tersipu malu. Alih-alih menarik tanganku dari dadanya, aku memeluk dia dalam diam dan berujar "Thank you Binnie."
"Eomma, Appa, ayo pelgi." Jinyoung menarik coat coklatku dengan tangan mungilnya.Lalu Hyunbin menunduk dan memeluk Jinyoung. "Maafkan Appa baby, tapi Appa tidak bisa pergi bersamamu. Minki Eomma menunggu Appa di rumah. Jinyoung akan tinggal bersama Eomma untuk 2 hari, jangan nakal ok?"
"Ne appa, salanghae."
"Nado baby, saranghae." Dan Hyunbin mencium keningku lagi dengan sayang. "Sampai bertemu 2 hari lagi Hyunnie." Aku sangat merindukannya, tapi apa dayaku, kita sudah tidak terikat dalam pernikahan lagi.
Setelah puas bermain dan bersenang-senang dengan my baby sepanjang hari, sekarang dia sedang tertidur pulas disampingku. Ku belai surai lembut coklatnya, mengecup kening dan pipi gembilnya. Kuamati Jinyoung secara seksama, karena hanya saat ini yang aku punya. Aku tidak bisa setiap hari bersama my baby, aku hanya bisa bertemu dengannya setiap 2 bulan sekali dan itu cukup menyiksaku. Pelan-pelan kubisikkan di telinganya "Eomma menyayangimu baby." Setelah keluar dari kamarku, akupun menyeduh teh hangat dan duduk di sofa merah favoritku. Kusesap teh hangat di tanganku perlahan sambil bernostalgia saat aku dan Hyunbin bertemu untuk pertama kalinya.
--------------------------------^.^--------------------------------------------^.^------------------------------------------
Hai, halo, hula, aing bikin story baru lagi. dan kali ini tokohnya one of my favorite otp a.k.a minhyunbin. plus moment deephwang banyak banget. tapi dimata aing si nyun itu kaya bapaknya si jinyoung dan mereka sukses bikin emesh.
votementnya ya gaes, plus minta direvisi kalo ada yg salah ya. muucih
YOU ARE READING
Broken Record
Fanfiction"Lalu bagaimana denganku Omoni? Bagaimana dengan anak di dalam perutku ini?" A Minhyunbin story. BxB. Yaoi ples Mpreg. Kalo ada yg ga suka boleh lewat koq,
