Hikaru's pov
Aku berjalan gontai dengan memar di sekujur tubuhku, ada sedikit darah segar yang mengalir dari sudut bibirku. Aku tak pernah tau apa salahku kepada mereka, tetapi mereka tetap saja mem-bullyku.
Lima belas menit yang lalu aku dipakasa masuk ke salah satu bilik kamar mandi oleh Zuko, ternyata dia dan teman-temannya telah menungguku di dalam sana. Seringaian jahat tertuju padaku hanya dalam waktu kurang dari lima belas menit tubuhku telah dipenuhi lebam dan memar serta keluar darah segar dari sudut bibirku.
Mereka menghajarku dengan sesekali mendorongku ke sudut ruangan. Jari-jari mereka yang panjang mereka gunakan untuk menjambakku kemudian membenturkan kepalaku ke wastafel. Kepalaku rasanya berdenyut, aku berteriak meminta tolong tapi tak terjadi apapun, aku terus berteriak hingga suaraku kini lebih mirip erangan dari pada teriakan.
Mereka terus meninjuku hingga tubuhku benar-benar lemas. Mereka baru berhenti meninjuku setelah Zuko memberi tanda kepada mereka untuk berhenti.
"Dasar payah!" Zuko dan teman- temannya pergi. Aku terkulai di lantai, dinginnya ubin menjalar ke seluruh tubuhku.
Dengan sisa tenagaku aku berusaha berdiri. Sekolah kini telah sepi, hanya ada aku, sendiri. Aku berjalan menyusuri lorong kelas sambil terseok-seok, mataku rasanya berat untuk terus membuka, kemudian semuanya menjadi gelap.
~♡~
Saat aku tersadar matahari telah telah menghilang, sayup-sayup terdengar suara binatang malam. Dan aku lebih terkejut lagi saat kusadari dimana sekarang aku berada.
Ruangan di depanku selalu saja menyuarakkan aura mistis. Kesan tua dan seram nampak dari pintu ruangan itu yang telah lapuk dan berdebu. Tak ada seorangpun yang berani mendekati ruangan itu. Namun, kini aku berada di depan ruangan itu sendiri di malam hari.
Aku ingin beranjak saat kurasakan ada seseorang yang memegang pundakku. Tangan itu terasa sangat dingin membuatku takut untuk menoleh. Tanpa kusadari kakiku mulai gemetar.
" Hai, kamu siapa?" muncul suara perempuan di belakangku. Tangan tadi telah beranjak dari pundakku. Aku menoleh penasaran.
Aku terkejut saat kutemukan dibelakangku ada seorang gadis. Dia memakai seragam yang sama seperti yang kukenakan, menunjukkan dia juga siswa di sekolah ini, tapi mengapa aku tidak pernah melihatnya ya, entahlah, mungkin aku kurang bersosialisasi disini.
Dia tersenyum padaku. Meskipun dia tampak cantik, tapi aku tak yakin kalau dia itu manusia. Aku melihat kakinya, kakinya napak di tanah. Syukurlah, firasatku salah.
"Hajime mashite, watashi wa Ushio Furukawa des, kamu siapa?" ucapnya lembut.
"A-ku Hikaru Kanawa." jawabku sambil sedikit terbata.
"Oh, kamu terluka!" Aku dapat menangkap raut cemas di wajahnya.
"Aku baik-baik saja."ucapku sambil menahan nyeri di sekujur tubuh yang terasa kembali.
"Kau tak baik, tunggulah, aku akan mengambilkan obat untuk lukamu." Dalam sekejap gadis itu menghilang dibalik gelapnya taman sekolah.
Dalam waktu kira-kira lima menit dia kembali dengan membawa kotak obat. Dia mulai membersihkan setiap lukaku kemudian memberinya obat merah.
"Oh ya Hikaru, kenapa kamu sampai seperti ini?apa ada orang yang memukulmu?apa kamu dikroyok?hm, apa kamu berbuat kesalahan?apa kamu mencuri?"Deretan pertanyaan dari gadis yang bernama Ushio membuat kepalaku pusing.
"Hai, kau akan membiarkanku menjawabnya atau kau akan bertanya terus."
"Gomenasai, aku terlalu bersemangat mendapatkan seorang teman."
"Iya, aku bisa memahaminya."Setelah itu hening, aku dan Ushio tenggelam dalam fantasi kami masing-masing.
"Sebenarnya Ushio,"aku mulai bercerita, dia mulai memperhatikanku"Aku selalu mendapat bully dari teman-temanku. Aku tidak tau sebabnya mengapa mereka melakukannya. Tetapi hari ini mereka sungguh keterlaluan, mereka telah membuatku babak belur seperti ini."jeda sejenak.
"Mengapa kamu tidak membalasnya?"
"Aku takut, Zuko selalu bersama teman-temannya, aku tidak mungkin melawan mereka semua."
"Teman yang selalu bersama kita akan membuat kita terlihat kuat, tetapi tanpa teman kita bukanlah apa-apa. Begitu pula Zuko,
dia terlihat kuat karena ada teman- teman selalu mendukungnya, tetapi jika temannya tidak ada disampingnya dia akan lemah."
"Lalu?"
"Jadi kamu tidak perlu takut pada Zuko."Aku mengangguk mengerti. Aku teringat satu hal ingin kutanyakan pada Ushio sedari tadi.
"Ano, apa yang kamu lakukan malam-malam sendirian di sekolah?"Dapat kulihat dengan jelas perubahan pada wajah Ushio.
"A-ku sedang menyelesaikan tugas sekolah."jawabnya gugup.
"Benarkah?Tugas macam apa yang mengharuskan siswanya pergi ke sekolah malam-malam?"
"Itu-"
Belum sempat Ushio meneruskan ucapannya tiba-tiba Pak Satpam datang. Aku dan Ushio terkejut, kami saling pandang. Dua detik kemudian Pak Satpam telah berada di depanku.
"Hei nak, apa yang kamu lakukan sendirian malam- malam disini?"
"Tidak Pak, saya tidak sendiri disini, saya disini bersama teman saya U-"Aku tidak meneruskan kata-kataku karena saat ku menoleh kesampingku ternyata Ushio telah pergi.
____
Huah, Author minta maaf banget karena di chapter ini banyak ngrubah kata karena setelah dilakukan cross chek ternyata katanya emang salah.
Author juga ngucapin terima kasih buat para reader yang berkenan baca chapter ini. Semoga kalian nggak kapok.
STAY READ GUYS!!!!!!!
ESTÁS LEYENDO
SAHABAT KHAYALAN (Aki No Mottomo Kurai)
TerrorSetiap rasa sakit yang kurasakan pasti kan terbalas. Tak peduli dimana pun kalian aku pasti akan dapat menemukan kalian. Setiap tetes darah kalian akan ku persembahkan untuk Raja Iblis. Siapa yang salah? Bukankah kalian yang telah membuatku menjadi...
