Masa SMP adalah masa tumbuhnya remaja atau perkembangan diri dan masa ini sudah farissa rayna elza lewatkan dia sekarang melanjutkan pendidikannnya ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMA elza bukan anak yang biasa dia anak yang sangat cerdas dalam aspek apapun menang lomba bukan hal yang patut dibanggakan oleh elza yang lebih elza banggakan adalah bersaing didalam lomba itu paling bikin elza bangga, elza adalah anak angkat dari keluarga yang sangat sayang kepada elza dia sudah dirawat oleh kelurga angkatnya sejak umur 1 tahun masih bayi.
awal umur 3,5 tahun elza sudah belajar di TK, awalnya sama guru Tk nya belum boleh tapi mama menunjukkan kemampuannya elza agar bisa bersekolah walaupun umur masih terbilang muda "elza kamu tidak keberatan kalau mama menyekolahkanmu walaupun umurmu masih muda??" tanya mama elza memandang mama nya sebentar lalu mengangguk mantap " baik ma, aku siap" kata elza mantap. Mama menatap elza bangga serta terharu anak baru berumur 3,5 tahun itu sudah ingin bersekolah.
Elza masih mengingatnya sejak 2 tahun yang lalu, saat elza pulang bersama kedua kakaknya saat itu tragedi mengenaskan terjadi elza dan kedua kakaknya menyebrang entah darimana asal mobil itu tiba, endi melihat mobil itu lantas mendorong keduanya yang masih tak mengerti apa apa "LARI!!! Ada mobil dari arah kalian" teriak endi, elza spontan melihat arah yang dilihat endi lalu menarik endi dan andi, endi melepaskan tangan kecil elza. Elza menatap nanar " kak " kata elza nanar,
endi menatap lembut, andi menggeleng sambil tersenyum seakan ia telah menerima takdir itu dengan damai. kecelakaan itu terjadi, endi terpental lebih dari 1 meter " kak endiii !!!!!!!!!!!!" teriak kedua saudara itu.pemilik mobil hanya turun sebentar elza terus memohon agar mereka turun dan menyelamatkan kakak nya " om tante tolong kakak saya, kalian sudah menabraknya" tangis elza turun deras kedua orang tua itu menatap datar.
lalu seorang anak laki laki lebih tua dari elza turun " pa, ma jangan diem aja selamatkan anak itu, kalian sudah menabraknya. Tolong selamatkan" mohon anak laki laki itu ia sudah tak tahan melihat gadis itu menangis saat itu, andi berusaha menelpon ambulance tapi tidak bisa, disisi lain elza terus memohon "om tante tolong kakak saya" mohon elza lagi, anak laki laki itu sudah tak tahan.
Dia berlari kearah anak yang berbaring dan anak yang disampingnya " stop albert kita tidak boleh menolongnya" tegas papanya yang tiba tiba menarik lengan albert, andi yang mendengar keributan itu menengok kearah tersebut dan ia sangat sangat tidak percaya yang di lihatnya, orang tua albert dan albert,
Ternyata mereka yang menabrak endi "albert" teriak andi albert refleks menengok kearah yang memanggilnya dia juga terkejut ternyata teman satu sekolahnya andi dan berarti yang orang tua tabraknya itu kembarannya andi ohh!!tidak mungkin!! Pikirnya andi melihat orang tua albert mendorong dengan keras elza, yang berusaha menghentikan orang tua albert yang ingin melarikan tapi semua terlambat " apa yang kalian lakukan??" teriak andi berlari kearah elza yang tersungkur lemah karena didorong paksa oleh ayahnya albert.
Rasanya albert ingin menolongnya gadis itu tapi ayahnya menarik lengannya begitu keras. Elza dan andi menatap mereka nanar. Kejadian yang tidak akan mereka berdua lupakan rasanya ingin sekali elza teriak kepada semua orang,
tapi dia harus menahan semuanya hingga dia sekarang berumur 14 tahun yang kini merasakan kelulusan SMP, elza sudah ditinggal oleh orang tua angkatnya mama,papa dan endi meninggalkannya berdua dengan andi yang kini sedang kuliah menyelesaikan S1 di universitas terkenal di jakarta dia mendapatkan beasiswa ke luar negeri tapi dia menolak semuanya dan berkuliah di jakarta saja, dimana tempat tinggalnya berada. Andi juga tidak ingin meninggalkan elza sendirian dia akan menemaninya hingga dia sudah tak bernapas lagi.
"wahhh elza selamatnya lo diterima di SMA pancasila!!" kata temannya yang kini sedang duduk di sampingnya " yoi makasih ya mel. Lo dimana SMAnya??" tanya elza balik " kemana yok" tebak amel dengan senyuman yang bikin elza memukul jidatnya "jadi elo..."kata kata elza terpotong begitu saja " wahhh hidup gue nggak akan bisa tenang" kata elza putus asa.ternyata temannya itu satu sekolah dengannya itu berita buruk bagi elza tapi tidak bagi amel.
"elo seneng kan??"tanya amel tak berdosa, elza hanya bisa mendengus sebal "seneng banget amell!!!!" amel yang mendengar hanya tertawa kecil. Elza yang ia lihat sekarang bukan lagi elza yang selalu menangis dipojok kelas mereka sekarang elza yang selalu tersenyum,elza selalu tertawa setiap temannya melontarkan lelucon walaupun lelucon itu garing dia akan tetap menghargai dan menertawakan, amel sangat tidak suka melihat temannya bersedih. Alasan amel memilih SMA pancasila karena amel ingin melindungi sahabatnya.
Tiga hari sebelum masuk sekolah amel mengajak elza nonton dan jalan jalan kata amel hanya untuk sekadar refleksing agar tidak terlalu lelah pas waktu MOS-nya. Tapi menurut elza itu hanya alasan amel saja kalau mau jalan jalan. Amel mengajak elza nonton film horor dasar amel terbawa suasana dia tidak tahu kalau elza sangat takut yang namanya film horor jadi selama jalannya cerita elza terus terusan nangis ngeliat hantu, amel yang melihatnya hanya tertawa.
"sumpah mel gue nggak mau nonton yang namanya film horor" pekik elza tertahan mukanya elza udah pucat "santai kan ada gue! Nggak bakal juga lo dimakan ama hantunya jadi santai aja." Kata amel itu pantas mendapatkan tabokan maut, " jebakin teman sendiri lo" tukas elza sebal mereka sedang menyeruput es teh nya sehabis nonton elza buru buru kabur ke cafe terdekat.
Orang yang melihat tingkah mereka berdua hanya tertawa kecil bahkan anak cowok yang sedari tadi ada disamping meja mereka aja hanya bisa menatap mereka tersenyum. "za kita mau kemana lagi??" kata amel riang dia ini mirip anjing kelewat semangat, "kita main game aja" balas elza sambil tersenyum melihat amel yang bersorak sorak gembira.
"ide bagus"kata amel mereka berdua menikmati setiap permainan yang ada mulai menembak bajak laut sampai main mobil mobilan mereka menikmatinya "mel temenin gue beli novel yuk" pinta elza tersenyum manis "oke. Abis itu kita belanja baju"amel tidak melihat ekspresi elza udah nggak banget.
anak laki laki itu masih mengikuti mereka berdua bersama kawannya entah apa yang mereka lakukan, awalnya mereka hanya penasaran tapi sekarang penasarannya itu sudah menjadi rasa tertarik yang begitu dalam. Begitu mereka selesai berbelanja pakaian dan buku mereka kembali ke mobil
"seru ya!!"seru amel yang sudah berada di mobil "seru banget mel kalau lo nggak beli baju,kan elo juga banyak baju dirumah ngapain beli lagi??" desis elza kesal, amel tersenyum penuh arti "kan bukan buat gue tapi buat elo za" kata amel membuat elza mendesah pelan "kan nggak kayak gini juga mel gue kan banyak baju tuh yang dibeliin kakak gue aja belom gue pake juga" jawab elza pelan.
Elza merasa tak enak sudah menyusahkan amel, dia selalu ada tiap elza kemana pun tidak memberikan izin pada elza untuk pergi sendiri, dulu elza pikir dia tidak akan punya teman yang ingin mendekatinya karena elza dulu yang sinis, tapi liat lah sekarang orang yang merubah kehidupannya itu berada di sampingnya yang sabar menghadapinya, amel itu seperti tetesan malaikan seperi mama yang baik dan sayang sama elza papa yang tegas dan endi yang selalu berada di dekatnya untuk melidungi walaupun, elza hanya anak angkat mereka menyayangi seperti sebuah keluarga.
"za elo kenapa nangis??" tanya amel khawatir elza menangis begitu saja "gue kangen mereka semua, gara-gara elo sih mel gue kangen mereka!!" jawab elza tangisnya pecah amel yang melihat hanya tersenyum " pasti harus gara gara gue pasti elo lagi mikirin amel nih baik banget dan elo pasti mikir kalo gue kayak malaikat yang diturunin ama tuhan buat elo kan saking baiknya gue, elo aja sampe mikir gue kayak malaikat yang turun,za nggak usah berlebihan kan gue emang malaikat ehh lain bidadari.." "stop it" seru elza menutupi telinganya karena sudah tak tahan oleh ocehannya amel, ya elza pikir amel malaikat tapi setelah ia mendengar semuannya entah kenapa membuat elza pengen muntah.amel hanya tersenyum saja.
Sampai dirumahnya elza" za gue balik dulu ya" kata amel terburu-buru pasti amel lagi disuruh sama mamanya bilang papa udah pulang, dasar amel.anak laki itu tetap mengikuti entah apa yang dipikirkan olehnya sampai elza menutup pintu itu anak laki laki itu baru beranjak dari tempat persembunyiannya "akhirnya gue tau juga rumahnya" batin anak laki laki itu lalu ia pergi bersama temannya yang juga penasaran dengan apa yang dilakukan temannya "masa dia udah kepincut sama cewek di mall, nggak kenal juga" pikir temannya. Akhirnya mereka pulang kerumah masing-masing.
Tbc
tunggu coment kalian ya??!!
YOU ARE READING
hate or love
Teen Fictionseorang gadis cantik yang berusaha melupakan masa lalu yang kelam.gadis disaat usianya masih duduk di kelas 1 smp .masa kelam itu tambah berubah seperti kabut asap saat orang yang paling dibencinya muncul didepan mata mengungkapkan dengan jelas mem...
