Aku berjalan mendekati kuburannya. Dimana tempat peristirahatan terakhirnya. Dari jauh tercium wewangian bunga. Dia terlalu cepat meninggalkanku. Rasanya dada ini seperti disayat oleh pisau paling tajam, sakit tapi tak berdarah. Wajahnya, senyumannya, suaranya, semua kenangan bersamanya berputar putar bagaikan kaset yang tlah rusak dipikiranku.
Tuhan terlalu cepat mengambilnya dariku, aku masih ingin bersamanya. Rasanya kemarin kami masih tertawa bersama, saling berpelukan, makan bersama, tidur bersama, tapi... Senuanya hilang dalam sekejap. Aku tak bisa membayangkan bagaimana aku hidup tanpanya.
Ayah..... Kuingin kau datang dan memelukku sekarang. Apa kau sudah tak sayang lagi padaku? Atau kau tak peduli lagi padaku?. Tuhan... tolong kembalikan ayahku. Kenapa kau rebut ayah dariu?. Aku tau kau akan menguji hambamu tidak lewat dari batas kemampuannya. Tapi tidak dengan cara mengambil ayah dariku. Tuhan, aku tak sanggup menghadapi ini semua. Bawa saja aku pergi bersama ayahku.
Ku menangis disamping kuburan ayah. Air mataku turun begitu saja dengan deras.
Yupss akhirnya siap buat prolognya
Jangan jadi sider ya
Vote...
And komen
Salam dari Nayqil...😘
YOU ARE READING
Story Of My Life
Teen FictionMy First story:) Ini cerita gak kayak cerita teenfiction yang lain, yang pada happy ending terus nanti akhirnya pacaran, gak kayak cerita teenfiction yang lain yang ceritanya bad boy suka sama cewek baik atau sebaliknya. Pokoknya ceritanya seru dan...
