Lembar 1

48 5 17
                                        

JIMIN POV

"Jimin-ah, kau menyukai cincin pertunangannya?" eomma terus mengajakku berbicara. Membahas hal-hal tentang pernikahan dan tanggung jawab seorang suami, dan sebagainya.

"Jimin-ah! kau tidak dengar perkataan eomma?!" eomma mulai emosi dengan sikapku yg dinilai terlalu dingin.

"Sudahlah eomma, dia se-pertinya tidak sedang ingin berbicara dengan kita?" Park Soo Ra noona adalah satu2 nya orang yang pengertian padaku. Ia juga tahu perasaanku pada Hana, salah satu pelayan di cafe milik kami.

"Hahh...  arasseo, eomma harap kau bisa menerima pertunangan ini..." eomma berdiri dan berjalan ke lantai atas melalui tangga.

aku hanya menatap cangkir yg sedari tadi menempel di atas meja ruang keluarga.

"Wae ? tidak seperti biasanya, kau selalu cerewet dan mengataiku. kau merindukannya??" Soo Ra noona duduk di sampingku.

"Ne... tapi bukankah dia masih sekolah saat jam segini?" Jimin meminum teh hijaunya.

"Setahuku, dia pulang jam 3 sore. Masih ada waktu 30 menit lagi! sebaiknya kau jemput dia! palli !" Soo Ra noona tersenyum sumringah dan segera menyuruhku berdiri. Aku pun menuruti perintahnya dan segera menyambar jasku yg terselempang di sofa.

Aku masuk ke mobil dan menyalakan mesin. Tak lupa aku membelikannya coklat berbentuk hati berukuran kecil di perjalanan.

haaii... ceritanya fail? atau aneh? jangan salah ceritanya yah, salahin yg nulis. gak terlalu berpengalaman, tapi yakin kok kalo karya ini bagus. moga2 banyak yg baca ya,
gausah basa-basi. next part yah ~~~



Love YourselfWhere stories live. Discover now