Apa kau tahu perasaan itu? sebuah perasaan aneh. Perasaan yang muncul begitu saja, begitu cepat, begitu tiba-tiba dan ditempat yang tak terduga. Perasaan aneh yang muncul ketika kau menatap matanya. Pandangan kalian bertemu. Dan perasaan aneh itu memunculkan situasi yang aneh pula. Jika itu terjadi ditempat ramai yang dilalui banyak orang, maka kau tidak akan mendengar lalu lalang orang-orang. Seakan-akan mereka pudar begitu saja. jika hal itu terjadi ditempat sepi dimana suara guguran daun pun dapat terdengar, maka kau pun tak akan dapat mendengarnya. Entahlah. Perasaan aneh itu menjadikan hal-hal di sekeliling menjadi seperti sedemikan rupa. Waktu seakan berhenti. Itu yang terjadi padaku saat ini. Waktu seakan berhenti hanya diantara aku dan dia. Dunia seakan hanya terpusat dan terfokus padaku dan dirinya.
Pupil matanya bergerak. Kedua alisnya terangkat. Seakan memberikan sinyal untuk mengatakan "kenapa" kepadaku. Aku mengedipkan kedua mata. Dan keadaan kembali normal, orang-orang berlalu lalang. Aku dapat mendengar hal-hal di sekitarku. Gelak tawa orang-orang. Denting sendok yang bergesek dengan piring. Bahkan suara seruput orang meneguk kopinya terdengar jelas ditelinga ku. Alisnya kembali terangkat, namun aku hanya diam. Bagai pecundang, aku tak bisa mengatakan apapun. Perasaan aneh itu memudar namun kini aku harus memusatkan perhatianku pada debaran jantungku. Menahan napas, berharap orang-orang tak mendengar debaran jantungku, saking kerasnya. Gadis itu beranjak pergi ke bar, tempat barista membuat kopi yang dipesan para pelanggannya. Aku menghempuskan napas pelan, mengangkat kopiku dan mengalihkan pandanganku di luar jendela. Memaksa kepalaku kembali normal. ku teguk kopi itu satu tegukan, jantung kembali normal dan berdegup kembali ketika seseorang mendatangiku. Dia meletakkan sebuat sticky note di mejaku. Aku mendongakkan kepala. Jangan-jangan tersenyum kumohon. Kataku membatin, namun ia tak mendengar. Ia tersenyum, sebelum kembali ke bar tempatnya berada. Meninggalkanku begitu saja dengan dedup-degup yang semakin tak karuan ini. Aku meneguk sisan kopiku dengan cepat. Menyambar jas dan tas kerjaku. Tak lupa kuambil stiky note yang melekat dimeja. Aku harus keluar dari kafe itu, jika tidak, bisa saja aku meledakkan kafe itu dengan suara degup jantungku.
"Fuuuhhhhhh" kehembuskan napasku keras keras. Aku menoleh sebentar sebelum beranjak pergi. Kulihat dari balik jendela kaca, gadis itu sibuk membuat kopi untuk pelanggan. Ada sedikit kecewa di dadaku, Ahh rupanya dia tak memperhatikanku.
YOU ARE READING
One Love
RomanceDua anak adam dan hawa yang dipertemukan alam semesta melalui takdir yang mengerikan. Akankah takdir itu akan mempererat cinta yang telah tumbuh di hati mereka ataukah takdir membuat mereka kembali menjadi dua insan yang tak saling mengenal? Bagaima...
