We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Prologue

91 13 6
                                        

Kenyataan menyakitkan ini menggores hati sekaligus menyembuhkannya di saat yang berbeda.

Raeyoon, si gadis tokoh utama ini paham jelas kisah cinta yang dialaminya termasuk aneh, tidak masuk akal. Tapi Tuhan telah menentukan kehendaknya. Ia hanya bisa apa? Perasaan di seberang pihak sudah melampaui ambang batasan.

Na Minho. Putra ketiga Group Management Na. Terlahir dua tahun selepas kakaknya dari perut yang sama. Dia mencintai Raeyoon seperti ia melihat perempuan biasa, bukan orang yang harus dihormatinya sebagai noona-nya.

👑👑👑

Raeyoon sedang merenung di beranda rumah. Tatapannya terlihat kosong. Seseorang mendominasi pikirannya, tidak secuil pun diselingi hal lain. Sang adik seseorang itu.

Minho berjanji padanya ia akan pulang dari Amerika tanggal 28 Februari. Janji itu dilanggar dan sampai saat ini tidak ada tanda-tanda kedatangan seseorang. Raeyoon mengirim pesan sebagai perwujudan rasa kesalnya.

Raeyoon: "Yaaa.. Minho! Apa yang kau lakukan sampai kau lupa akan janjimu eoh?"

Sedetik kemudian, pesan itu dijawab.

Minho: "Mobilku sudah memasuki Gangnam, Noona. Sepuluh menit, yaksok-haeyo."

Raeyoon mengutuk dalam hati. Baginya sepuluh menit adalah waktu yang lama dengan rasa rindu mendalam ini. Ya, Minho meninggalkan Raeyoon selama 2 tahun untuk belajar. Awalnya ia menganggap dirinya tahan dengan ketidakhadiran Minho. Setelah ia menjalani, ia terkejut. Ini sesuatu yang berat.

Sepuluh menit itu datang. Lelaki tinggi berjas hitam menghampiri Raeyoon. Ekspresi bahagia tidak dapat disenyembunyikannya. Ia memeluk Sang Adik. Hidungnya menangkap bau yang sangat ia kenali. Bau khas seorang Minho.

"Kau kemana saja, Minho-ya? Aku hampir mati karena merindukanmu." Raeyoon berkata lembut, ia masih memeluk adiknya.

"Mianhae. Kemarin aku lupa kalau aku masih ada janji dengan teman perempuanku."

"Mwoya? Apa kau sudah pacaran?" Raeyoon melepaskan pelukannya. Kemudian duduk kembali yang diikuti Minho.

"Anniyo.. lebih tepatnya dia teman sekelasku. Aku lupa mengembalikan bukunya. Jadi kami janjian di kafe sekalian kami belajar sama."

"Kau lebih mementingkan dia daripada noona-mu ini eoh?"

"Aigoo.. yang penting sekarang aku sudah disini kan?" Minho mengacak rambut Raeyoon gemas.

"Haa.. Minho-yaa." Raeyoon menyandarkan kepalanya di bahu Minho. Ia menemukan kehangatan disana.

"Jika saja kau punya pacar, aku akan sangat cemburu, chagi." Panggilan Chagi adalah salah bukti kedekatan mereka.

"Apa noona tidak tahu? Di sekolahku dulu, aku populer sebagai playboy kelas atas."

"Jinjja? Ppuk ppuk.. kau sudah besar sekarang."

"Hajima, aku masih menyimpan cinta yang tulus untuk seseorang."

"Siapa seseorang itu?"

To be continued..

...
...
...
...
...

Halo semuanya.

Hargai penulis dengan mengklik tombol bintang dipojok cerita oke👌

JANGAN JADI PEMBACA GELAP, YA!

by: rizkyfahira, Agt 2018

Unexpected Love (Siblings) [Lee Minho's Series]Stories to obsess over. Discover now