1. Rumah tua

19 1 0
                                        

****

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

****

Brakkk!!

Dukk..!!

Suara gaduh disebuah gudang tua terbuat dari kayu di belakang sekolah terdengar berisik seperti sebelumnya. Tempat sepi dan suasana seram membuat orang tidak berani mendekat. Ditambah bunyi ribut yang selalu menambah kesan menakutkan.

Tidak ada seorangpun yang berani melewati jalan tersebut apalagi sampai menghampiri gudang tua itu. Banyak cerita dari mulut kemulut kalau gudang tua itu angker karena sering mengeluarkan suara gaduh seakan ada orang didalamnya.

Namun tidak semua cerita itu benar hanya bagi orang pengecut saja yang percaya.

Seorang gadis berambut hitam panjang sedang duduk santai dalam gudang tua tersebut. Suasana seram dari luar berbanding terbalik dengan keadaan didalam yang terkesan lebih hangat dan nyaman. Ruangan yang tertata rapi. Sofa panjang warna putih dan empuk meja kaca bening terletak di tengah ruangan disudut kiri dekat jendela kaca berwarna hitam ada meja belajar lengkap, beberapa buku tertata rapi diatasnya.

Alice gadis pemilik rambut panjang hitam itu terlihat nyaman sambil menikmati bekal makan siangnya. Mengabaikan suara gaduh yang dibuat oleh Leo kucing Angora putih yang selalu menemaninya diruangan tersebut.

Denting bunyi bel tanda pelajaran selanjutnya berbunyi sayup. Alice berdiri membenahi pakaiannya dan menutup bekal makan siangnya lalu menghampiri Leo mengelus kepala kucing tersebut dengan lembut.

"Baiklah.. Aku pergi dulu, nanti aku akan menjemputmu kembali".

Alice kemudian berdiri mengintip dari kaca jendela hitam mengawasi keadaan diluar terasa aman ia langsung keluar setelah menekan tombol rahasia yang berada dibalik lukisan sunset dan tidak lupa mengunci pintu yang terlihat usang dari luar menggunakan gembok yang sudah berkarat.

Sepanjang jalan dikoridor menuju kelasnya dilantai dua banyak pasang mata memperhatikannya namun tidak ia perdulikan sedikitpun. Sekolah elit dimana siswa yang bisa masuk hanya ada dua kategori saja. Dari kalangan orang kaya dan beasiswa untuk siswa jenius yang kurang mampu. Dan Alice termasuk dalam kategori jenius namun tidak tahu latar belakang keluarganya, semua itu membuat anak-anak disekolah memandangnya sebelah mata.

Sekolah yang sangat kental dengan perbedaan kasta dimana yang berkasta rendah selalu di tindas oleh yang berkasta tinggi. langkah Alice terhenti ketika melihat segerombolan siswa mengeliligi seseorang yang sangat ia kenali seketika wajah Alice memerah menahan emosi dengan langkah lebar dan penuh tenaga ia mendorong siswa yang tepat dihadapannya hingga terjungkal.

Siswa itu tentu saja tidak terima dan ingin membalas tapi ketika melihat tatapan tajam Alice membuatnya menelan semua umpatannya. Dengan wajah datar Alice berjalan kearah sosok yang terduduk dilantai lalu mengulurkan tangannya untuk membantu sosok tersebut berdiri, pakaiannya sudah penuh oleh tepung dan telur. Alice menarik nafas dalam meredam emosinya melihat satu-satunya orang yang ia sayangi di bully lagi.

Stay Close don't goWhere stories live. Discover now