Ada Luka
Ada luka di hati yang barangkali sengaja Dia ciptakan tidak untuk dihilangkan, sembuh tetapi meninggalkan bekas yang dalam. Luka itu selamanya berdiam di sana, terpatri dalam hati hingga menjadi prasasti.
Luka itu beku dalam kebisuan, perlahan menjelma menjadi pengingat batin. Tanpa suara ia berteriak lantang, tanpa menyentuh ia mengingatkan begitu keras, dan tanpa untaian kata ia menjaga dengan sepenuh kelembutan. Untuk berhati-hati menjaga hati.
Maka mungkin benar, luka-luka abadi itu hadir sebab kelalaian diri menjaga batin. Tidak ada yang perlu disalahkan, ini urusan pada sekeping hati. Yang terbaik hanyalah segera bersujud kembali.
Jika nanti Tuhan menegurmu hingga isak pada air mata, boleh saja ia nantinya berusaha membasuh hati yang sudah terlanjur begitu keras pada dunia.
Sebab, luka itu memang sebagai pengignat, bahwa Tuhan di atas sana juga Sang Maha Pencemburu.
Malang, 4 November 2017 |
YOU ARE READING
Makna
Teen FictionPerihal rasa, biarlah hanya aku dan Tuhan yang tahu. Biar hanya dia yang memahami betapa tertatihnya aku merindukan dalam senyapku. Merindukan segala hal tentangmu yang entah sampai kapan. - kepadamu yang pernah memberi harapan, lalu kemudian menghi...
