Makluk Berkacamata

19 0 0
                                        

Dikala sore pukul 17:00 wib, seorang wanita berlari ditengah tengah hujan.
Menganyunkan tangan, kebelakang kedepan, agar lari semakin kencang, disaat bersamaan ada sebuah sepeda melaju dengan cepatnya.
Tak sengaja sepeda itu mengenaiku, seketika aku jatuh tersungkur dengan luka ditangan dan kakiku.
"Aduh sakit, sumpah demi apapun tangan, Kaki gue lecet" sambil memegangi lukaku.
" Hey, cowok sableng tolong dong kalo punya indra digunain jangan diangurin" omelku,
" Maaf ya, maaf" ujar cowok itu,
"Gak sengaja, mana yang luka" sambil jogkok mengecek lukaku  ,
" Rumahku dekat sini bagaimna kalo aku obatin disana, daripada ujan ujanan disini" ucapnya tulus.
" oke fine" ucapku.
"Asalamualaikum, bu" sambil membuka pagar rumahnya, yang gak terlalu besar tapi terlihat indah, kuyakini ibunya pecinta tanaman.
"waalaikumsalam, nak, sudah pulang?" ucap perempuan separuh baya, dan kuyakini dia ibu dari cowok itu.
" Siapa ini, ya ampun kenapa pada lecet nak, ayo masuk ibu ambilkan handuk dulu" berlari kedalam kamar mencari handuk,
" ini nak dipakai handuknya ya, kenapa bisa luka gini sih".
"emmmm..." bingung mau jawab apa.
" ini bu, tadi aku gak sengaja nabrak dia dijalan, kotak obat dimana bu?", ucap cowok itu,
" kamu ini bawa sepeda itu hati hati, sudah mandi sana, biar ibu yang obatin",
"tapi bu???,"
"sudah mandi sana"
Tingalah aku dan ibu cowok itu, diruang tamu yang gak besar sih, tapi ada kehangatan didalamnya, yang paling penting, aku nyaman disini, meskipun ini awal aku berkunjung disini.
" maap ya nak, dia memang ceroboh anaknya" sambil memberaihkan lukaku dengan alkohol, "iya. Bu gak papa, gak sengaja tadi", ucapku lirih "jadi ngerepotin ibu nih" ucapku lagi.
" gak papa nak",
" sudah siap" ucap ibu dengan lembut.
" Makasih ya bu",
" Ayo nak makan dulu, abis itu baru pulang ya, ibu gak terima penolakan, ayo makan". Aku mengaguk tanpa penolakan.
Setelah acara makan makan, aku diantar cowok itu pulang, tadinya aku bersikeras pulang sendiri tapi, apalah dayaku yang kalah sama orang yang lebih tua,.
" Makasih ya bu, udah direpotin" ucapku
"iya sama sama nak, hati hati pulangnya, kapan kapan main kesini".
" ayo masuk mobil " sambil membukakan pintu.
" makasih " tak sengaja aku melihat mata teduh dibalik kacamata yang menurutku membuat nyaman saat menatapnya, entah ada apa di balik kacamata itu tapi ada magnet yang membuatku tak henti henti menatapnyab.
" biasa ajh kalik ngelihatnya " ucap cowok itu,
" apaan sih, ini biasa" menundukan kepala, karna ketahuan.
Sungguh awal pertemuan tak terduga, tapi tak terdugaan itu membuatku nyaman, menjadikannya rumah keduaku, rumah singgah dikala aku sedih dalam kesunyian, kehampaan, merekalah yang mengajariku tentang kehangatan suatu keluarga, dan aku menemukan keluarga tak terduka yang membuatku kembali hidup.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 10, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Gang Sempit Stories to obsess over. Discover now