Prolog

51 9 2
                                        

Hai, apa kabar?

Apakah kamu disana baik-baik saja? Aku ingin sekali melihatmu tidak baik tanpa kabarku, namun apakah itu harus? Memangnya siapa diriku? Hanyalah sisa dari cerita yang belum jelas bagaimana kelanjutannya. Dan jujur, jelas aku berharap kamu baik-baik saja disana.

Apakah kamu masih mengingatku? Ya, aku sangat berharap kau masih mengingatku. Bukan hanya mengingat bahwa aku hanyalah seseorang, tetapi ada cerita yang belum kita selesaikan hingga saat ini.

Perlu kamu ketahui, tingkat tersulit bukanlah untuk mengatakan selamat tinggal. Tetapi, untuk tidak mengingat dan berusaha bersikap normal ketika berada ditempat yang dulu kita pernah bersama, aku, kamu, kita.

Apakah kamu sudah menemukan kebahagianmu? Aku disini, yang mencoba beribu-ribu kali untuk menemukan kebahagianku walaupun tanpa denganmu.

Apakah aku egois? Mungkin benar, aku egois karena aku masih berharap kita menyelesaikan cerita kita sampai selesai.

Aku tidak seberani itu untuk bilang bahwa aku merindukanmu. Jadi, apakah kamu merindukanku?

Apakah kamu ingat janji yang kau buat dulu? Apakah justru kau melupakannya dengan begitu saja? Lalu bagaimana denganku? Dengan janji itu? Hingga sampai saat inipun aku masih menunggumu untuk menepati janji itu, dan ada satu harapan kecil yang selalu aku semogakan, kamu kembali.

"Rhena! Cepet sini!" lamunan gadis berwajah mungil ini buyar ketika mendengar namanya dipanggil.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 02, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Rhena GammaStories to obsess over. Discover now