#1

15 0 0
                                        

" Dah , aku nak kau keluar sekarang dari rumah ni . Buat sakit mata aku je "kata seorang lelaki yang berusia awal 40 an .

Alangkah terkejutnya gadis remaja yang berusia 15 tahun ini apabila terdengar kata-kata yang keluar daripada ayahnya itu . Lily yang berdiri di hadapan pintu rumah itu lantas mencampakkan beg sekolahnya ke bawah dan lari ke tempat yang selalu dia pergi untuk menghilangkan rasa kesedihan yang dialaminya .

" Hari-hari nak gaduh . Kenapa aku dilahirkan dalam keluarga ni ? Dah la hidup menderita je ... Kawan ? Hm jauh sekali , semua tak nak kawan dengan aku . Haih Lily apa lah nasib kau " mengeluh sendirian di tepi sungai yang tidak jauh dari rumahnya

Tidak lama selepas itu , Lily pulang ke rumahnya semula . Setelah melangkah masuk , dia terus mencari ibunya . Berkali-kali si Lily memanggil ibunya, namun tidak didengari lansung ibunya menyaut panggilannya itu . Lily terus menuju ke bilik ibunya , rupa -rupanya ibunya sedang mengemaskan baju-baju serta benda penting ke dalam beg .

" ibuu ! , Apa ni ...... ? " pelik Lily apabila melihat ibunya bertindak sedemikian . " Lily , maafkan ibu kerana tidak pernah menjadi ibu yang baik buat Lily " kata ibu Lily iaitu Pn Amena . Tiada kata mampu diungkap dari Lily ketika itu , hanya air mata yang keluar dari matanya sambil duduk di katil ibunya . " Ibu , jangan tinggalkan Lily . Biarlah Lily ikut sama , Lily tak sanggup kehilangan ibu seperti kita kehilangan Kakak " ujar Lily pada ibunya . " Lily .... , baiklah pergi cepat kemas barang kamu . " kata ibu dengan nada yang mendatar

Tidak lama selepas itu , Lily dan ibunya keluar dari rumah mereka . Tiada perkataan yang dapat melambangkan perasaan Pn Amena ketika itu . Lily pasti yang ibunya tidak sanggup meninggalkan rumah itu namun apakah daya , ini adalah jalan yang terbaik buat mereka berdua .

Hari sudah lewat malam , Lily serta ibunya tidak mempunyai tempat tinggal lagi setakat ini . Mereka kini berada di bandar yang sangat terkenal iaitu , Kuala Lumpur . Setelah penat berjalan , Lily berhenti seketika .

" Kenapa ni Lily ? Lily penat ke ? " tanya Pn Amena . " Eh takla , cuma Lily rasa kita patut duduk kat sini je sementara . Lagipun dah malam ni ibu , bahaya ... " ujar Lily dengan rasa pilu . " Tapi ni kan bawah jambatan Lily , Lily sanggup ke " tanya Pn Amena sekali lagi untuk kepastian . " Lily tak kisah ibu asalkan kita berdua selamat " jawab Lily .

Lily pun baring di bawah jambatan dengan hanya berlapiskan surat khabar lama bersama ibunya . Pn Amena sudah pun tidur , kemungkinan penat berjalan dalam tempoh yang lama memandangkan usianya sekarang . Lily yang masih belum mengantuk kini baring dan melihat ke atas sahaja . Melihat bintang-bintang pada malam itu memandangkan suasana pada malam itu sangat indah dan tenang .

" Andai aku jadi bintang , pasti ibu bangga kerana aku dapat menyinari hidupnya ... " ujar Lily sendirian . Dikira - kira setiap bintang yang ada di langit hinggalah mata nya kini berasa berat sangat . Sebelum Lily tidur , dia berkata di dalam hatinya " Lily , aku yakin hidup kau esok pasti jauh lebih baik dari hari ini . "





TANGISAN SEORANG REMAJAStories to obsess over. Discover now