Prolog

66 1 25
                                        

Waktu menunjukan pukul 21.00.
Seorang gadis polos yang seharusnya sudah tidur,terjaga karena sebuah pesan spam yang Ia terima berisi...

"Wanna see and feel something fun as a new person?...go to Blackout club. The place where you can find happiness and the sassyness..."

Kata dimana menjadi orang baru dari sebuah pesan spam orang tak dikenal apalah artinya bagi Rennae Louis yang baru saja menginjak usia 18 kemarin.

Di usianya yang dimana remaja beranjak dewasa. Mereka mencari dan mencoba hal baru yang bisa mereka lakukan. Bahkan hal yang seharusnya tidak dilakukan.

Memakai make-up tebal yang tidak biasa Ia gunakan. Dilengkapi dress merah tak berlengan yang panjangnya berhenti ditengah pahanya dan menggunakan sepatu hak tinggi warna hitam. Ia keluar dari kamarnya dan mengambil kunci mobil diam-diam,saat orang tuanya sedang tidur terlelap.

20 menit yang lalu,Ia mengirim pesan kepada temannya Giselle untuk pergi bersama. Giselle mengiyakannya.

Mobil sedan merah sampai di depan rumah Giselle. Ia kabur diam-diam melewati pintu belakang...

"Where are we going exactly?..and why do I have to wear this kinda hot skirt?" Giselle bertanya sambil membetulkan lipstick nya.

"Just trust me, this is going to be the most epic night for us.." Jawab Rennae.

25 menit kemudian...

"We're here..." Kata Rennae sambil menghirup udara malam yang segar.

"Blackout club?..Are you serious? I heard about this place. I heard that they selling a drugs and womans here.." Sela Giselle.

"For money..Don't worry,they're not going to sell us. We are here to just have fun and probs find some guys here" Jawab Rennae.

"Are you sure, that we will be ok?" Tanya Giselle dengan perasaan gelisah.

"Hey, stop being a coward! What? You going to stay in your bedroom like an idiot when you are 18 without making anything fun? Come on now just let's get inside and enjoy everything tonight" Rennae menjawab semua perkataan Giselle.

"I'm not a coward! And I'm not an idiot! Ok, let's have fun tonight and get some boys here!" Giselle berkata dengan penuh semangat.

Mereke pun masuk, dengan memperlihatkan ID mereka ke petugas keamanan club.

Suara musik Dj terdengar keras, cukup gelap, Rennae dan Giselle mulai berdansa mengikuti irama musik. Sampai akhirnya berdiri seorang pria dibelakang Rennae yang mencoba berdansa dengannya.

Pria itu sangatlah tampan. Matanya biru, Ia tinggi, dan memiliki lesung pipi yang manis. Rennae pun merespon. Mereka berdansa bersama tanpa menghiraukan Giselle yang sedang berdansa sendiri di depan mereka.

Mereka menikmati dansa, tanpa menyadari bahwa tubuh mereka sudah sangat dekat dan hampir bersentuhan. Hingga akhirnya lelaki itu menaruh kedua tangannya di pinggang Rennae dan menariknya lebih dekat. Rennae tersentak dalam hati, matanya terbelalak saat pria itu mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Rennae dan...

Sins.Where stories live. Discover now