Tak pernah ku sangka

2 2 0
                                        

Nama ku dea , aku wanita berumur 17 tahun . Pada hari kamis seminggu yang lalu kepala ku terasa sakit yang teramat sakit , saat sehabis mandi aku merapihkan rambutku begitu banyak nya rambut rontok ku . Aku kira ini hanya salah shampo saja namun semakin hari rambutku semakin menipis . Kuajak abang ku yang bernama salman dia abang yang trauma dengan rumah sakit namun apa daya bang salman untuk menemani ponakan nya dia rela menunda rasa traumanya . Hari sabtu aku ajak abang ku untuk temani aku cek kesehatan namun abang salman tidak bisa antar ku sampai dalam ruangan , hati ku dag dig dug rasa takut yang teramat takut dan pada akhir nya nama ku disebut untuk memasuki ruangan yang menyeramkan . Aku diperiksa oleh docter denis sampai docter menyatakan bahwa dea mempunyai penyakit kanker otak begitu tertusuk nya hati ini seakan tak ada lagi harapan untuk hidup , perlahan air mata ini jatuh karena aku tak lagi sanggup menampung banyak nya air mata ini . Kemudian dea keluar ruangan bertemu abang salman dan abang bertanya " de , apa yang docter katakan tadi ?" Dea pun menjawab " dea hanya kecapean bang" (sambil tersenyum) abang menjawab " syukurlah tidak ada penyakit parah ditubuh mu de " dea berkata " iyah bang alhamdulilah " . Dea dan abang salman langsung pergi berunjuk pulang sesampai nya dirumah dea kembali pergi sendiri ke telaga biru , dea hanya ingin sendiri tanpa ada gangguan dari siapa pun . Sepanjang jalan menuju telaga biru dea menangis seakan tak percaya dengan keadaan nya sekarang . Sesampai nya di telaga biru dea menuju tempat duduk yang tak ada siapa pun yang tau sangat sepi dan sunyi , ditempat ini dea menangis dan berfikir bahwa tak ada lagi harapan hidup untuk dea .

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 30, 2017 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Judul standar - Tak Ku SangkaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang