1. Awal

122 15 2
                                        

"Anjirr, baru kali ini gue liat bidadari nyasar di kantin!" seru Genta dengan tampang mupeng nya ketika mereka sedang makan bakso mang Kusoy di kantin.

Ya, mereka adalah kumpulan para cowok-cowok kece di SMA Tsabit. Mereka adalah Genta Pramudya, cowok tengil yang sukanya ngegodain anak orang. Ata Dani, cowok somplak yang merasa dirinya mirip Manu Rios. Rendy Pangalila, eitss bukan artis loh ya. Dia adalah cowok kalem dan paling waras diantara mereka, Ia paling tidak suka saat ada yang tanya kenapa Ia dikasih nama Rendy Pangalila! "Tanya aja ama mak gue! " pasti begitu jawabnnya. Dan yang terakhir yaitu Reyhan Narottama, cowok dingin dengan tatapan mata elangnya yang tajam, irit bicara dan yang paling ganteng diantara mereka.

Mereka sedang menikmati bakso mang Kusoy dikantin ketika tiba-tiba kenikmatan mereka diganggu dengan seruan keras Genta. Ata yang kaget langsung menyemburkan baksonya hingga mengenai muka Genta.

"Anjirr lo ta! Muka gue nih lo sembur-sembur. Mana bekas jigong lo lagi." Genta dengan mukanya yang ditekuk melotot marah kepada sahabatnya itu.

"Lo sih, anjir ngagetin gue aja tau! Lo liat siapa dah sampe jerit jeritan kek bencong gitu."

"Njirr, kalo ngomong lu ya bang! Minta eyke cipok hah!" Genta mendekat ke arah Ata sambil memonyongkan bibirnya seakan akan mau menciumnya.

"Najis anjirr! " sambil menempeleng muka Genta, Ata terus saja mengucapkan sumpah serapahnya.

"Berisik lo pada!" Rendy yang sedari tadi hanya melihat keributan kecil didepannya mulai ikut berbicara. "Lagian lo tadi liat siapa si Gen?" tanya Rendy dengan kalem.

"Itu tuh tadi ada anak baru yang cantiknya Subhanallah bro! Kaya bidadari yang turun dari surga dihadapanku eaak! Nah loh gue malah nyanyi ahahaha"

"Dasar pe'a!" seru Ata

"Mana anak barunya Gen?" Rendy menatap Genta dengan penasaran.

"Hmm mana yah, " sambil celingukan, Genta mencari keberadaan anak baru yang tadi dilihatnya. "Nahh itu tuhh! Iya ituu" seru Genta sambil menunjuk ke arah meja paling pojok. Mereka melihat ke arah yang ditunjukkan oleh Genta. Tak terkecuali Reyhan, yang sedari tadi hanya diam mendengar arah pembicaraan sahabat-sahabatnya seraya menikmati bakso mang Kusoy.

"Gimana? Cantikkan bro? " semuanya mengangguk, kecuali Reyhan. Ia hanya menatap biasa saja kearah yang ditunjuk Genta tadi. Tapi entah kenapa ada desiran halus saat cewek yang tadi ditunjuk oleh Genta itu menatap balik kedua matanya.

***
Itu yang di mulmed Reyhan Narottama 😆

DILEMAWo Geschichten leben. Entdecke jetzt