Too Good At Goodbyes

10 1 0
                                        

Orla menatap nanar pada Louis yang terus menjelaskan sesuatu dengan nada frustrasi yang kentara.

"Please... kamu harus percaya aku La!" pinta Louis memohon, tapi itu membuat Orla pergi meninggalkannya.

Tanpa menoleh, tanpa kata, tanpa perasaan hangat yang biasa Orla berikan padanya.

Louis terpaku di tempatnya, entah apa yang membuatnya terpaku tanpa mengejar Orla, ia mengusap wajah,  bingung dan frustrasi menjadi satu, apa yang membuat Orla begitu dingin padanya? karena masalah itu? bukankah ia sudah menjelaskannya??

TRING!

Ponsel Louis berdenting, menandakan ada pesan masuk. Louis buru-buru membukanya ketika nama Orla terpampang di notifikasinya.

My Orla : Lou

My Orla : Kamu pasti bingung kenapa aku kayak gini? iya kan?

Louis mengetikkan balasan dengan cepat.

Me : Yes, what's the metter w/ u? kenapa kamu gak respon penjelasan aku tadi?

My Orla : Aku bakal jelasin, tapi kamu jangan balas atau jawab apapun saat aku jelasin ke kamu, kamu baru boleh balas ketika aku selesai jelasin semuanya.

Me : Okay, i'll listen beb.

My Orla : 3 tahun kita pacaran dan lebih dari 7 tahun kita saling kenal, entah kamu sadar atau nggak atas sikap kamu ke aku, entah juga kamu sadar atau nggak kalau aku lebih kenal kamu daripada diri kamu sendiri.

My Orla : Jujur, dari awal, ketika kamu bilang suka aku, ada perasaan takut yang teramat, dan perasaan takut itu disebabkan oleh seseorang di masa laluku.

My Orla : But, when i see your eyes, saat itu, entah karena kamu yang memang terlalu mempesona atau aku yang sedang mabuk langsung mengiyakan ajakan pacaran dari kamu.

My Orla : Akhirnya semua coba ku jalani, berharap semua rasa takut itu akan hilang, dan ternyata tak butuh waktu lama untuk ku bahagia ketika bersamamu. Intinya aku jatuh cinta padamu.

My Orla : Tapi... semua itu berubah Lou... aku tau ketika melihat matamu, lagi-lagi aku tau dari mata kecoklatanmu itu. Matamu tak pernah berbohong, bahwa ada seseorang yang lamat-lamat mengisi hatimu, mengikis aku dari hatimu.

My Orla : Aku sadar diri, aku tak mungkin memaksamu menjelaskan isi hatimu, kamu tak suka menjelaskan apapun bahkan terhadap orang terdekatmu, aku... semakin sadar ketika matamu berbinar bahagia ketika melihat gadis itu, ada cinta disana, cinta yang bahkan jauh lebih besar ketika kamu menembakku 3 tahun lalu.

My Orla : Aku, yang memiliki rasa takut ini tak bisa apa-apa, awalnya aku hanya berpura-pura bodoh, menganggap kamu masih mencintaiku, tapi... itu sakit Lou... sangat sakit... aku sering menangis tiba-tiba, aku kadang tertawa ketika menonton film yang berakhir sedih, aku seperti orang gila, berpura-pura bahagia itu sakit Lou...

My Orla : Aku tak menyalahkan sikapmu yang berubah, perhatianmu yang terasa hambar, aku tak menyalahkanmu Lou, karena semua salahku, aku tak pernah memintamu kembali mencintaiku, yang aku lakukan malah mencoba tegar, melupakanmu perlahan-lahan, bahkan aku sampai lupa rasanya menangisimu. Kalau boleh jujur perasaanku lega ketika melepaskanmu.

My Orla : Mungkin kamu juga merasakannya kan? sikapku padamu berubah, aku tak pernah lagi membiarkan mu dekat denganku meski kau membutuhkanku, aku juga tak membiarkan diriku dekat denganmu meski aku sangat membutuhkanmu, mungkin sekarang kamu menganggapku bodoh, menganggap aku dingin, atau menganggapku tak punya hati tapi ketahuilah, aku hanya ingin menjaga perasaanku, menjaga hatiku, aku harap kamu mengerti.

My Orla : So, it's the last. Ini yang terakhir.

My Orla : Ini menyedihkan, tapi ini kenyataannya. Sekarang kamu bebas. Oh, kamu tak seharusnya menjelaskan sesuatu yang seperti tadi Lou, karena aku gak salah paham sama kamu, karena aku tau kamu memang mencintainya, tak usah merasa bersalah lagi, dan aku benar-benar minta maaf karena aku tak bisa menangisimu lagi karena persediaan airmata untukmu sudah habis.

My Orla : Jaga kesehatanmu, terimakasih karena sudah menyakitiku untuk yang kedua kalinya, karenamu aku jadi bisa lebih berhati-hati lagi, selamat tinggal Lou 🤗😘

Louis tak bisa berkata apa-apa, ia hanya diam, perasaanya sulit dijelaskan.

Di lain sisi, Orla tersenyum, merasa lega. "I'm way too good at goodbyes, right Lou?"

-The End-

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Oct 28, 2017 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

Too Good At GoodbyesDonde viven las historias. Descúbrelo ahora