Seorang gadis melangkahkan kakinya ke dalam kelas asing yang agak lembab. Seluruh mata di kelas tertuju padanya, sesaat kelas pun hening.
Gadis itu duduk di bangku ke dua dari depan, sebelah kanan dekat dengan pintu kelas. Seorang gadis lain berpindah duduk ke sebelahnya dan mulai berbicara.
"gue Shila!" gadis itu periang. Ia menjulurkan tangannya dengan senyum manis di wajah.
"itu temen gue Ghina," Shila melanjutkan sambil terus berjabat tangan.
"gue Ghina, lu?" tanya gadis yang duduk di bangku depannya. Sambil susah payah memutarkan badannya ke belakang.
"gue... Faia, Faia Asya Haqi."
Tak lama, seorang siswa memasuki kelas Faia. Almamater berwarna biru dongker menandakan dia anggota OSIS. Ia berdiri di depan kelas dengan beberapa kertas di genggamannya.
"assalamualaikum," serempak kelas itupun menjawab Waalaikumsallam.
"saya Ezo Arsyad Muezza, panggil aja Ezo. Kelas ini bakal jadi kelas didikan saya beberapa hari kedepan,"
Tatapan Ezo menyapu seluruh kelas, namun terhenti di tempat Faia duduk. 1 menit berlalu namun Ezo masih disana dan memandang Faia.
Ezo berjalan menuju kursi guru dan merapihkan kertas di genggamannya.
"kalian boleh ngobrol ko," hanya beberapa kata yang keluar dari mulutnya.
"eh Faia, ka Ezo ganteng juga ya? Manis manis gitu hahaha!" Ghina memutar tubuhnya dan ikut nimbrung.
"gantengan ka Moses ah, tadi pagi gue tabrakan di piket, omaygatt wangi banget!"
"yah gue udah punya cowo sih, setia ah gue mah." Shila memasang mimik kecewa.
"ka Ezo biasa aja, ka Moses juga. Gue belom nemu yang klop sama tipe gue hehe,"
"nama lu ribet juga ya Faia, gue panggil apa nih?"
"ay aja, gue di rumah di panggil itu."
Setelah beberapa jam yang membosankan, bel pulang akhirnya berbunyi dan mengakhiri MPLS mereka hari itu. Setelah selesai berdoa, Ezo berdiri dan berjalan menuju pintu.
"oiya, kamu! Iya kamu! Namanya siapa?" Faia kaget.
"emm Faia ka,"
"ohh Faia,"
Ezo pun berjalan keluar. Faia merasa itu wajar, bisa aja Ezo cuma kepo sama nama dia aja, yakan?
Namun Faia salah. Pertanyaan itu yang kini mengubah hidupnya. Dan hidup Ezo juga..
.
.
.
.
.
.
.
.
Heyo gaizz!! Jangan lupa vote dan comment nya yaa! Xoxo:))
KAMU SEDANG MEMBACA
Stay
Teen FictionJangan jadikan cita-cita sebagai alasan mu meninggalkan cinta.
