Baby I just got to know
How long has this been goin' on
You've been creepin' round on me
While you're calling me baby
How long has this been goin' on
You've been acting so shady
I've been feeling it lately baby
Sebuah lagu yang diatur sebagai nada dering alarm di pagi hari sudah berbunyi. Aku terbangun dari tidurku. Ku dudukkan tubuhku dengan mata yang masih tertutup sempurna. Hal pertama yang dipikiranku adalah "Where is my phone?". Aku mendapatkan ia tergeletak di lantai, untung saja sudah aku lindungi case tebal sehingga aku tidak terlalu khawatir apabila ia terjatuh saat aku tertidur.
Dengan cepat aku menyusun buku pelajaran hari ini, kemudian segera berlari menuju kamar mandi yang terletak di ujung kamar untuk membasuh badan dan menyikat gigi yang sudah menguning. Sungguh menyeramkan ketika melihat diriku di cermin. Rambut acak-acakan seperti singa dan kantung mata yang semakin hari semakin membesar. Ku ikat rambut ini dengan asal dan segera melaksanakan tujuanku kemari.
Jam sudah menunjukkan pukul 05:45 WIB dan semua sudah selesai, kemudian dengan cepat aku berlari ke bawah untuk sarapan. Mama, papa, dan kakak sudah terlihat di meja makan. Keluargaku mempunyai tradisi dan harus terlaksana setiap harinya. Tradisi keluargaku adalah "Tidak akan makan sebelum anggota keluarga lengkap."
"GUTEN MORGEN EVERYONE!!!" Teriakku.
"BACOT!"
"Lah lu nya aja yang sewot."
"Hush kalian ini, masih pagi sudah ribut aja. Giliran jauh-jauhan malah saling kangen." Ejek papa.
"Yah papa mainnya ejek-ejekkan nih." Jawab kami bersamaan.
***
Setiap hari kami selalu memulai hari dengan pertengkaran, ejek-ejekkan, dan berakhir tertawa bahagia. Keluarga yang menurutku lebih dari kata sempurna. Selalu ada di saat suka dan duka, selalu mendukung apa yang anaknya ingin capai, selalu mendo'akan yang terbaik, dan selalu menyayangi kami dengan cara mereka.
Ku injakkan kakiku ke halaman sekolah dan menarik nafas dalam-dalam, kemudian memejamkan mata sejenak. Ku langkahkan kakiku memasuki lobby, menaiki tangga, berjalan di koridor, dan sampailah di depan kelas yang akan ku tempati untuk 1 tahun ke depan.
Aku menjalani hari seperti biasa, tidak ada yang berbeda dengan hari sebelumnya. Semua orang sibuk menyiapkan materi dan mental untuk presentasi biologi. Yang mereka lakukan hari ini telah aku lakukan kemarin dan aku malas untuk mengulangnya lagi.
Hingga tiba saatnya pelajaran biologi yang dimana tidak ada yang menantikannya. Semua orang sudah menyiapkan catatan kecil apabila mereka tiba-tiba lupa. Jika mereka tidak siap, tetap saja siap tidak siap maka harus siap saat itu juga. Dan tibalah kelompok satu untuk presentasi, yaitu kelompokku.
"Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh." Ucap kami bersamaan.
"Wa'alaikumussalam warrahmatullahi wabarakatuh."
"Oke, pada kesempatan kali ini kami akan mempresentasikan Materi Genetik bagian kromosom, nama saya Glacia Inggrit Nathalia absen 8." Ucapku dengan lancar.
"Nama saya Muhammad Rifky absen 22."
"Nama saya Nasya Putri Alika absen 24."
"Dan nama saya Albert Christomarcus Simanjuntak absen 2."
"Kromosom. Nah apa itu kromosom? Ada yang tau engga? Kalau pada engga tau ya sudah langsung aja ya. Jadi, kromosom itu adalah benda-benda halus berbentuk seperti benang tipis yang ada di dalam setiap tubuh kita yang mempunyai inti sel. Apa aja sih bagian kromosom itu? Bagian-bagian kromosom itu terdiri dari sentromer yang terletak di antara lengan kromosom, kemudian ada lengan kromosom yang sangat mudah menyerap warna." Ucapku panjang lebar.
"Kemudian di dalam lengan kromosom itu sendiri terdapat kromonema, satelit yang tidak terdapat pada semua kromosom, dan telomer yang berfungsi untuk mencegah supaya DNA tidak terurai kemana-mana sehingga kromosom satu dengan kromosom lainnya tidak saling berikatan. Nah terus fungsi kromosom tuh apa sih? Fungsi kromosom itu adalah pembawa materi genetik." Ucap Rifky.
"Lagi presentasi aja sifat humorisnya masih tetep muncul. Ya ampun." Batinku.
"Kemudian komponen kromosom itu ada dua, yaitu DNA dan protein histon. Setelah itu ada bentuk kromosom yang dimana terdiri dari letak sentromer, jumlah sentromer, dan bentuknya. Letak sentromer itu terbagi jadi empat, yaitu metasentrik yang letak sentromernya terletak di tengah, submetasentrik yang sentromernya sedikit bergerak dari tengah, akrosentrik sentromernya lebih ke pinggir, dan talosentrik yang dimana letak sentromernya lebih ke pinggir." Ucap Christo.
"Kemudian di jumlah sentromer itu terbagi menjadi empat, yaitu asentrik yang sama sekali tidak mempunyai sentromer, monosentrik hanya punya satu sentromer, disentrik terdapat dua sentromer, dan polisentrik memiliki sentromer yang banyak. Setelah itu ada bentuk dari kromosom itu sendiri, seperti bulat, koma, batang, huruf L, dan huruf V." Ucap Putri.
Presentasi berjalan dengan lancar dan ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh teman-temanku, mungkin mereka masih belum mengerti atau hanya ingin mencari muka di depan Bu Dama. Tidak ada yang tahu isi pikiran mereka, bukan?
Sejak kecil aku memang ingin sekali menjadi dokter, tetapi banyak sekali orang yang tidak percaya bahwa aku bisa mencapai itu. Terlalu banyak orang yang menganggap bahwa semua yang inginku raih adalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa aku dapatkan. Bahkan teman dekatku saja meremehkan itu dan itu sangat menyakitkan. Pada saat itu, aku hanya bisa bercerita ke Rifky.
Muhammad Rifky : Sosok teman yang bijaksana, humoris, dan tegas. Bahkan ketika aku sedang mengalami masa-masa sulit, ia slalu memberi solusi dan jalan keluarnya. Salah satu teman dekatku menyukainya. Mereka pun sekarang dekat kembali dan lupa akan insiden yang lalu.
***
"Lu nangis? Gara-gara si Hani tadi?" Tanya Rifky sambil memegang bahuku.
Aku terdiam, tidak bisa menjawab apa-apa. Tatapanku kosong dan air mata ini mengalir semakin deras.
"Hei, jawab atuh."
Nada itu.. Nada khawatir dari sosok Rifky, sekuat tenaga aku mengeluarkan yang aku rasakan saat ini. Rifky menepuk-nepuk pundakku seolah ia tau apa yang aku rasakan, ia tau bahwa itu sulit. Rifky berbisik..
"Udahlah jangan nangis, makanya pas dia ngomong tadi tuh gak usah didengerin. Dia cuma mau bikin lu nge-down doang. Sekarang mending lu hapus tuh air mata lu terus cuci muka, ayo gua temenin." Ucapnya seraya menarikku ke wastafel untuk mencuci muka.
"Terima kasih Tuhan, masih ada yang peduli denganku." Batinku.
Tiba-tiba guru fisika masuk dan berjalan ke arahku. Aku berusaha terlihat bahagia, ternyata hasilnya nihil. Ia tau bahwa aku habis menangis. Mata sembab dan hidungku yang memerah tidak bisa membohonginya.
"Cia kenapa?" Tanya guruku.
"Tidak apa-apa bu, cuma lagi pilek aja." Jawabku.
"Kamu abis nangis ya?" Tanyanya lagi.
"Engga kok bu." Jawabku berbohong.
Pertanyaan tadi berhasil membuat murid-murid kelasku spontan melihat ke arahku. Aku mengabaikan itu dan menghampiri Rifky dan ia tau maksudku. Ia tersenyum dan berbisik..
"Everything gonna be alright."
