1. Permulaan, eh Perkenalan

81 1 0
                                        

Kisah ini kutulis karena aku sudah tidak tahan dengan sesuatu yang baru-baru ini terjadi kepadaku. maksutku, aku banyak mengalami hal-hal dalam hidup ini. tapi kalau yang seperti akan kuceritakan nanti ini, agaknya di zaman sekarang cukup aneh untuk terjadi. Dan kalian harus percaya semua yang aku ceritakan nanti. tentu saja bung! untuk apa kalian membuang waktu berharga kalian untuk membaca ocehanku kalau kalian ragu. bukan begitu saudara dan saudariku sekalian?  

Baiklah kita mulai kisah ini dari perkenalan. untuk sementara, yaa kira-kira tiga sampai lima bab kedepan, kuperkenalkan diriku sebagai Athena. Sampai sini kalian mungkin sudah  berpikir aku adalah perempuan cerdas yang cukup percaya diri memperkenalkan dirinya sendiri dengan nama dewi kebijaksanaan Yunani. Dan ya, kalian benar. Atau setidaknya, hampir benar.

Ngobrolin soal nama yang kuperkenalkan padamu, Athena adalah opsi terahir yang kupilih dari sekian nama yang telah kurencanakan sebelumnya. sempat hampir kupilih nama seperti : Nikita, Pamella, Maria Ozawa,  atau yang agak kearab-araban: Mia Khalifa. Tapi pilihanku jatuh pada Athena. Kok bisa? tenang, yang perlu kau lakukan hanya melanjutkan membaca.

Jum'at dini hari, seperti biasa aku dimuakkan oleh ketidakmampuanku untuk terlelap (konon para ilmuan menyebut apa yang kualami sebagai insomnia, nanti akan kujelaskan sedikit). Biasanya, untuk mengatasi rasa muak karna mata yang tak kunjung lelap, dan menjaga pikiranku tidak gila, kujadikan membaca buku sebagai ajang pelarianku. Kebetulan almarhumah ibuk, yang meninggal baru-baru ini, mewariskan begitu banyak buku yang kini kuletakkan semuanya di dalam kamarku, saking banyaknya, kamarku sudah tak rupa kamar, bayangkan sebuah gudang buku bekas, nah kira-kira di tempat seperti itulah aku tidur. Penyebab utamanya karena agar Om Wisnu  tak menyentuh hartaku satu-satunya itu, aku tau Om Wisnu mana tertarik sama buku, tapi yaa kalian tau lah, terkadang ada beberapa jenis Om-Om yang suka iseng mengacak-acak barang kalian hanya karena ingin mengganggu, bajingan sekali bukan?. Ditambah jika kalian tau identitas Om Wisnu, maka kalian takkan mempertanyakan keputusanku.

Siapa Om Wisnu ini? Bagaimana hubunganku dengan Om Wisnu? emm aku masih ragu akan menceritakan bagian itu secara detail atau tidak,  tapi yah liat saja, aku Athena, cukup Bijaksana untuk memutuskannya.

Kuperkirakan kebanyakan dari pembaca tulisanku adalah kalian yang berkelamin laki-laki. jika kalian belum tahu cara memastikannya (bukan bermaksud melecehkan, cuma untuk jaga-jaga saja, mengingat sekarang urusan perkelaminan jadi semakin aneh-aneh, sumpah), coba periksa pangkal selangkangan kalian, apakah ada organ sederhana yang mampu terkontraksi secara instingtif karna hal-hal tertentu (desahku misalnya), jika ada, ya, kuberitahu, kalian adalah golongan yang kumaksud. terkait organ tersebut diatas, kuberi tahu kalian seseuatu : meski organ tersebut tampak sederhana dan kurang signifikan, tapi tanpanya, kalian bisa gila. jadi jaga baik-baik. kecuali jika kalian memang sudah sinting duluan, who knows.

Kembali pada bagian di mana aku susah tidur karena insomnia. oiya, mau kuluruskan dulu ya, insomnia its not a desease melainkan sebuah gejala dari ketidaknormalan kondisi fisik maupun psikis dari si penderita (agak kontradiktif kusebut insomnia bukan penyakit tapi subjeknya kusebut 'penderita', pfft). but anyway, pengalamanku malang melintang dalam khazanah dunia per-insomnia-an, membuatku mampu menyadari sebenarnya apa penyebab dari insomniaku ini : Otak yang tidak pernah lelah. 

Dan seharusnya kalian mulai menyadari bahwa membaca buku bukanlah pelarian yang tepat untuk 'otak yang tidak pernah lelah'. Begini penjelasannya : membaca buku menuntut otak untuk bekerja. konsekwensinya, jantung akan memompa darah lebih banyak ke otak untuk memberinya supplai nutrisi. setelah itu, pengetahuan-pengetahuan dari buku yang terkadang terlalu luar biasa! membuat bagian otak tertentu mensekresikan hormon dopamine yang memunculkan perasaan senang (pleasure) secara instan! selanjutnya, sebagai efek dari rasa senang sebelumnya, tentu tubuh jadi menginginkannya lagi, menginginkan hormon dopamine lagi. ya, rasanya seperti sedang bertaruh dalam judi. kalian tidak bisa berhenti, lagi dan lagi! . jadi... sudahkah kalian mengerti sedikit kondisiku ?

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 11, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Botol PlastikWhere stories live. Discover now