Di ruang sunyi yang di terangi cahaya rembulan, tiga malaikat maut dengan jubah hitam terlihat berkumpul bersama. Diantaranya seorang pria dewasa duduk membaca sebuah buku, seorang wanita cantik berumur panjang duduk membereskan pakaian, dan seorang malaikat kecil; muda berjalan di antara ke-dua orang tuanya, kali ini dia mencoba untuk mencari jati dirinya.
“Ayah, bisakah aku menjadi seorang malaikat," ujar Reaper memecah sunyinya malam; mengejutkan ke-dua orang tuanya.
“Nak, kau adalah seorang malaikat, ” Jawab Reluza setengah tidak peduli.
“Maksudku, aku ingin menjadi malaikat yang sesungguhnya ayah," Jelas Reaper menegaskan pertanyaanya.
“Kita adalah malaikat, jadi apa maksud pertanyaan anak ibu tersayang ini?” Potong Lovania menghampiri Reaper.
“Aku ingin memiliki sepasang sayap seperti malaikat pada umumnya, dan aku ingin bersinar seterang bulan di dalam kegelapan malam,” Ungkap Reaper memetakan maksud dari perkataanya. Setelah kalimat itu terucap, waktu bagaikan berhenti, raut wajah dari ke dua orang tua Reaper berubah seketika.
“Menurutmu untuk apa sepasang sayap jika Reaper dapat terbang tanpanya, dan untuk apa cahaya jika engkau bisa melihat di dalam kegelapan tanpanya.” Jawab lembut dari seorang ibu kepada anak tungalnya, tangan halus yang mengelus dan membelai kepala buah hatinya.
“Oh iya bu, apakah benar umur kita itu panjang?” Pertanyaan kedua yang diajukan Reaper.
“Kita akan hidup selama iya masi berkehendak, dan kita akan mati bila itu kehendak dari nya. Jadi, jangan pernah Reaper mempertanyakan ataupun mempermasalahkan kematian ya,” Jelas Lovania.
“Jika begitu, aku ingin segera tumbuh dewasa, agar bisa segera menikahi malaikat idamanku bu,” Ujar Reaper penuh rasa bangga.
“Oh… anak ibu lagi jatuh cinta ya, ibu boleh tau siapa nama gadis idamanmu?” Sambut Lovania yang setengah terkejut.
“LUCIFER, dia adalah malaikat yang aku sukai. bagiku bu... dia adalah malaikat paling bersinar se-jagat raya”
“Di mana kamu bertemu dengan mereka?” Tanya Reluza yang terkejut ketika mendengar nama Lucifer.
“Aku selalu melihat mereka ketika fajar tiba. Lucifer terlihat paling bersinar di antara malaikat lainya, apakah menurut sisi pandang ayah berbeda?” Ujar Reaper mengutarakan pandanganya.
"Jangan pernah sekalipun km mendekati, ataupun mengamati merpati-merpati putih itu lagi!” Perintah Reluza dengan tegas.
“tapi ayah....” Bujuk Reaper yang keberatan.
“Ayah tidak akan segan-segan menghukumu, bila kamu berani membicarakan mereka di hadapan ayah lagi.”
To be Continue...
YOU ARE READING
Realuci
FantasyReaper Sang Malaikat maut Pendamping telah jatuh cinta pada Lucifer yang merupakan salah satu Archangel (malaikat utama) di Asgard. Dia berusaha dengan keras untuk bisa mendapatkan Lucifer, namun hubungan cinta diantara Archangel dan Malaikat pen...
