Chapter 1

44 5 2
                                        

     Seulas senyum terukir di bibir tipis ku saat seorang pria memasuki caffe di tempat ku bekerja . Ya aku adalah seorang pekerja di sebuah Caffe di kota Seoul. Pria itu selalu datang setiap hari , terkadang untuk mengerjakan tugas kuliahnya kadang juga hanya untuk meneguk secangkir coffe latte disini . Aku selalu memperhatikannya , aku menyukai senyumnya , aku menyukai matanya , aku menyukai semua yang ada pada dia.
     Hari ini , aku tidak melihatnya datang ke caffe ini. Aku sedikit kecewa karena tidak bisa melihatnya hari ini . 'Kemana dia pergi' batin ku , sampai akhirnya aku memutuskan untuk pulang . Di perjalanan aku melihat segerombolan pria yang berkerumun . 'Oh ada apa itu? kenapa ramai sekali' tanpa banyak bicara pun aku pun mendekati kerumunan itu . Semakin dekat terlihat samar wajah pria yang selalu aku lihat di caffe tempat aku bekerja , iya pria itu pria yang aku sukai , oh tidak dia sedang dipukuli oleh orang-orang itu . Tanpa pikir panjang aku berteriak tolong untuk membantunya . Seketika orang-orang itu melihatku dan langsung kabur . Aku berlari mendekatinya , di sekitar mulutnya ada darah akibat pukulan orang-orang tadi . 'Apa kamu tidak papa? ' tanyaku . 'emm , tidak papa' jawabnya sambil meringis kesakitan kemudian dia melihatku sambil berkata 'Oh sepertinya aku pernah melihatmu tapi dimana ya' katanya sambil memegangi pipinya yang sakit . 'Ah iya aku pekerja di caffe yang biasa kau datangi' Jawabku . 'Oh begitu , oh iya perkenalkan namaku  bobby . Siapa namamu?' sambil menyodorkan tangannya mengajak bersalaman , 'Oh apa ini? dia tanya namaku? oh tuhan kenapa jantung ku jadi berdebar begini' batinku . 'mmm namaku Soye' jawabku sambil menjabat tangannya  . 'Aa soye. Terimakasih sudah membantuku tadi , aku tidak tahu kalau tidak ada kau aku tidak tahu bagaimana jadinya'  katanya sambil memperlihatkan senyuman yang amat aku sukai . 'Iya sama sama. Tapi kau benar tidak papa? sepertinya luka mu sangat parah' Tanyaku dengan sangat khawatir . 'Oh tidak papa ini tidak parah kok aku hanya perlu mengolesinya salep , mm kalau begitu aku pergi dulu ya soye , sampai bertemu lagi' Katanya sambil meninggalkan sebuah senyuman kepadaku. 'mmm hati hati dijalan sampai jumpa' .  Hari ini adalah hari pertama aku mengenalnya , hari pertama aku mengetahui namanya . Aku tidak tahu perasaan ku sekarang antara senang karena aku sudah mengenalnya ataupun sedih karena melihatnya berjalan sempoyongan dan memegangi pipinya yang sakit itu . Oh tuhan tolong bantu dekatkan aku dengan hatinya .

StruggleWhere stories live. Discover now