Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Silence

25 7 1
                                        

Aku rindu.
______________________________

Itu saja yang bisa aku ucapkan. Ketika dia pergi lenyap tanpa suara.

Ini bukan cerita tentangku, tapi tentang dia. Panggil saja dia hujan. Datang membawa kenangan, namun, ketika aku sudah nyaman dia pergi begitu saja, dan menyisakan basah air mata.

Aku masih ingat, pagi ini tampak biasa saja. Minggu ke lima di musim kemarau. Setiap hari, kulihat orang orang pulang pergi dari suatu tempat, ada yang memakai dasi dan koper, membawa hewan peliharaan dengan rok bermode, ada juga yang memakai jins dengan topi koboi, serta siswa yang akan pergi sekolah. Meski tempatku selalu ramai, tapi aku selalu merasa kesepian.

Tapi, aku tidak merasa sangat sepi. Untungnya, aku bertemu nyonya Matahari, tuan Bulan, Paman angin, dan Kakak Langit. Semuanya begitu baik padaku, merek selalu setia menungguku. Hari ini aku agak haus, sudah lama dia tak datang. Tapi, aku masih punya simpanan air untuk hari hari kedepan, meski tak banyak.

Kamu tau, siapa yang kurindukan? Dia.
Sosok yang aku sayangi dan aku cintai. Aku tahu, dia bukanlah siapa siapa. Dia hanya awan kecil yang membawa rintik rintik air.
Tapi, ku menyayanginya.

Aku masih ingat ketika aku dan dia pertama kali bertemu, dan berkenalan. Aku sudah mulai menyukainya, bukan apa-apa, dia baik, dan perhatian. Terkadang, dia menceritakan seseorang juga yang dia kenal. Dia menyebutnya "beliau" ya. Beliau, yang selalu dia ceritakan sama sepertiku, dia bilang dia lebih indah dariku, dan dia lebih mengaguminya dibanding mengagumiku. Tentu saja aku cemburu.

Tapi, aku menyayanginya. Dia temanku, dia sahabatku. Gadis itu seperti cahaya dalam hidupku. Sampai, dimana kita sudah saling mengenal lebih dari empat tahun, aku beranjak menjadi dewasa. Dia juga begitu, sikapnya tak Sekanak kanal dulu.

Suatu hari, dia datang padaku dan berkata.

"Aku akan pergi, aku ingin berkeliling dunia. Tapi, tenanglah, aku tidak akan lama. Aku akan kembali lagi. Tidak akan lebih dari dua minggu,"

Aku sedih mendengarnya, ketika musim hujan usai, dia pergi diantar air mataku.

Dia juga bilang
"Persahabatan kita tak akan putus," ujarnya sambil tersenyum padaku.

Sayangnya, dia berbohong! Dia pergi sudah hampir Minggu ke lima. Dia belum kembali, aku sedikit cemas, dia belum pulang. Tapi aku juga membencinya, dia berbohong.

Aku rindu dan benci, aku mulai mengirim surat ke rumahnya, namun tak pernah ada balasan apapun.

Dan, aku menyadari terlalu mengharapkan seseorang yang telah pergi itu sungguh sakit.

Kupikir, inilah saatnya aku melupakan semua hal tentang dia...

Bersambung...
Jangan baper duluuu...😂
Ini bukan cerita cinta ya, ini persahabatan.👭💕

Thanks yang udah baca❤
Don't forget to read part two!

Leave Stories to obsess over. Discover now