Semesta yang terbelah di malam pertama bertemu

373 5 1
                                        

Malam hari

Bulan menyabit sempurna, di antara bintang gemintang yang terbentang luas di antara semesta Tuhan. Sebuah mahakarya yang terpahat sempurna mendefinisikan berbagai arti tentang cerita-cerita kehidupan. Tidak ternilai dan tidak dapat dibeli, sederhana namun tidak dapat ditiru, dapat dirasakan namun tak mampu diungkapkan, sebuah mahakarya yang membuat jatuh cinta kepada para penikmat cerita astrologi dan ilmu - ilmu antariksa.

Malam itu Theo seorang mahasiswa teknik kimia berjalan di antara kegelisahan hidup. Membuatnya mulai menyalahkan atas segala keadaan yang diterima dengan tidak adil. Menghardik dirinya akan kesuksesan yang orang lain miliki. Mencela pekerjaannya karena kritikan oleh orang-orang sekitar. Menyakiti dirinya yang dari awal hampir tidak pernah pantas mendapatkan apa yang diinginkan.


Namun, mahakarya itu mengubah segalanya. Sebuah keindahan pelukis semesta membuat Theo tertegun atas apa yang telah dia lakukan. Sosok bidadari Tuhan di malam yang istimewa. Sesosok harapan yang mulai terlihat jelas dan meyakinkan hidupnya. Membuat hati lelaki ringkih itu terbelah bagaikan semesta yang bertransformasi seperti sebuah ledakan alam semesta, big bang. Sebuah semesta baru terbentuk. Itulah sebuah harapan dalam hidupnya. Harapan yang membuat dia menitikkan air mata keegoisan, menghancurkan dinding keterbatasan atas kelamahan yang selalu ia salahkan.

Malam itu satu lagi

Sebuah cerita tentang lelaki yang memperjuangkan masa depan untuk keluarga yang telah menanti dengan penuh harap di rumah.

Theo mulai bergegas mempercepat langkah kakinya. Malam ini akan menjadi kenangan yang tidak akan terlupakan. Sebuah malam, awal tidur yang menenangkan.

MalamWhere stories live. Discover now