•••••
Carla melangkahkan kakinya menyusuri jalanan kota Los Angeles di malam hari dengan cuaca musim gugur yang sedikit dingin, ia mengeratkan jaket yang ia pakai agar angin malam tak menyentuh kulitnya.
Suasana jalanan tak sesepi biasanya, masih banyak orang yang berlalu lalang di hadapannya. Ada yang baru saja dari club malam ataupun tempat semacamnya.
Ia melirik jam di pergelangan tangannya, waktu sudah menunjukan pukul 11.30 PM. Sudah hampir tengah malam, namun ia sama sekali tak berniat untuk pulang ke rumah. Ia masih menunggu seseorang, seseorang yang seharusnya tak ia dekati.
Kemudian langkahnya terhenti di depan sebuah tempat, lebih tepatnya sebuah club malam yang cukup ramai.
Ia tidak akan memasuki tempat itu, karena usianya belum cukup untuk masuk kesana. Jadi, ia lebih memilih untuk menunggu di depan tempat itu.
Ia berdiri di depan tempat itu, sembari berharap bahwa orang yang ia tunggu akan segera keluar karena ia sedikit tak tahan dengan hembusan angin malam di musim gugur ini.
15 menit ia menunggu, namun orang yang ia tunggu tak kunjung keluar. Ia kembali menunggu sambil berharap lagi bahwa orang itu lebih cepat menyelesaikan urusannya.
Akhirnya setelah satu jam menunggu, orang itu pun datang dengan wajah yang terlihat lelah dan tak bertenaga lagi.
"Lauren!" Pekik Carla ketika melihat sahabatnya datang.
"Hey Carla! Sudah berapa lama?" Tanya Lauren sembari tersenyum dan menatap Carla.
"Satu jam." jawab Carla.
"Baiklah. Ayo! Kita sudah hampir terlambat!" Lauren pun menggandeng tangan Carla menuju kesebuah tempat, dimana tempat itulah yang seharusnya menjadi tujuan utama mereka.
Mereka berlari menuju tempat itu dengan sedikit tergesa-gesa, mereka tak ingin melewatkan kesempatan ini.
Setelah menempuh jarak sekitar satu kilometer, akhirnya mereka tiba di tempat tersebut dengan napas terengah-engah.
"Hey girls!" Sapa seorang lelaki dengan wajah seperti orang Asia.
"Hey Alec!" Lauren membalas sapaan lelaki bernama Alec itu, lalu Alec merangkul pundak Lauren.
"Ada apa, Carla? Apa kau mencari Connor?" Tanya Alec kepada Carla yang tampak mengedarkan pandangnya kesekitar.
"Ya, aku memang mencari Connor. Karena itu tujuanku." Jawab Carla.
"He's gone!" Ujar Alec lalu ia tertawa, Carla hanya menatap Alec sebal. Alec terlalu sering membuatnya seperti ini.
"Sudahlah, Alec. Jangan menganggu Carla terus menerus!" Lauren pun menengahi.
Tiba-tiba Carla merasakan seseorang menutup kedua matanya menggunakan sebelah tangan dan salah satu tangan orang itu merangkul pinggangnya.
"Kau merindukanku, eh?" Bisik orang itu tepat di telinga Carla. Carla sudah mengetahui siapakah orang itu tanpa melihat wajahnya.
Orang itu menyingkirkan tangannya dari kedua mata Carla, namun salah satu tangannya masih tetap di pinggang Carla. Ia membalikkan tubuh Carla agar berhadapan dengannya.
Carla mendonggakkan kepala agar bisa menatap lelaki itu, karena tingginya hanya sebatas dagu lelaki itu.
"Aku merindukanmu, Connor." Carla pun memeluk Connor dengan erat.
"Aku juga, Carla." Connor membalas pelukan Carla lebih erat lagi.
Mereka berpelukan cukup lama, hingga suara dehaman seseorang menginterupsi mereka.
YOU ARE READING
The Only Reason
Short Story[ON HOLD UNTIL END OF THE DAY] Kau adalah satu-satunya alasanku untuk disini. Aku mencintaimu dalam tiap hembusan napasku, tiap detak jantungku, dan aku merasakanmu didalam nadiku. -Connor McKinley- Kau lah alasan terbaik dari segala alasan-alasanku...
