Prolog

119 24 1
                                        

Sang Bintang akan terus bersinar walaupun Sang Bulan tidak menemani. Ia selalu setia untuk menunggu, layaknya aku yang selalu menunggu kamu kembali, walaupun aku tau,itu hanyalah Fatamorgana.

*******


Rasa itu kembali
Rasa sakit
Rasa rindu
Rasa sesal dan
Rasa yang pernah ada.
Semua kembali menjadi satu tanpa mengerti keadaanku.
Andaikan ia tahu bahwa aku tersiksa saat semua rasa itu kembali menghantuiku.
Aku ingin dia kembali.
Meskipun dia akan kembali mengusik hidupku. Aku tak peduli, aku hanya ingin dirinya.
Akan ku ajak dia kembali merangkai cerita yang pernah ada.
Tanpa kuberi kesempatan untuknya pergi.
Namun,yang kuharapkan hanya sia-sia.
Dia telah pergi meninggalkanku bersama cerita yang belum selesai kami buat.
Aku merindukannya.
Sosok yang terlihat begitu menyebalkan dimataku namun begitu dirindui oleh hatiku.

Gadis itu menutup buku diarynya,menaruhnya di meja kecil yang tersedia di balkon rumahnya. Ia memangku kepalanya dengan tangan mungil miliknya.
Wajahnya menengadah menghadap langit, terdapat banyak bintang yang menghiasi langit malam hari ini. Ratusan bahkan ribuan bintang berkelap-kelip diatas sana menemani sang bulan yang akan terlihat sangat indah jika dipadukan dengan bintang-bintang disampingnya.

Ingatan itu kembali,
Sang Bintang dan Sang Bulan.

Kalo gue sama lo jadi kita pasti bakal keliatan indah kaya Sang Bintang dan Sang Bulan. Gue bintangnya dan lo jadi Bulannya. Walaupun terkadang lo gaada tapi gue tetap disana,disamping lo. Menunggu kedatangan lo lagi. Gue ga bakal pergi jauh dari lo karena hidup gue ga bakal tenang kalo tau orang yang gue sayang sedih. Kecuali itu maut. Walaupun raga gue jauh tapi jiwa gue tetep ada disini,di deket lo.

Lo harus tau Kar, Ucap lelaki itu tertahan sambil menggenggam jemari Karin. Lo tetep jadi bulan yang paling bersinar dan paling indah dihati gue. Sampai kapan pun gue tetep milik lo Karinza. Lanjutnya.











********

LostWhere stories live. Discover now