"Njir, gue telat!" kata seorang gadis bertubuh tinggi, rambutnya yang panjang ia ikat dengan ikat rambut berwarna merah serta pakaian olahraga dari SMP nya dulu. "Ahhh! Sial! Salah pake baju pula", katanya ketika melihat semua murid-murid di sekolah itu mengenakan pakaian putih abu-abu. Ia pun mencoba mencari celah untuk dapat berdiri di barisan paling belakang.
"Hey, kamu, yang pake baju olahraga! Maju ke depan," suara tersebut terdengar dari pengeras suara. Semua mata tertuju pada gadis itu. Wajah gadis itu memerah seketika. Ia berjalan menuju sumber suara dengan lunglai.
"Maaf, pak, tadi pagi saya buru-buru, jadi gak sempat nyetrika baju, pak" kata gadis itu beralasan.
"Nah, karena kamu salah baju dan sekarang kita mau upacara, sekarang kamu bapak suruh buat bersihin toilet wanita di sekolah ini"
Mampus gue. Pikirnya. "Oh, ternyata ada satu orang lagi yang salah pake baju," kata bapak itu. Gadis yang bernama Syerra itu tersenyum lega karena mengetahui dirinya tidak sendirian.
"Oke, sekarang kalian berdua pergi ke toilet yang ada di sana kemudian bersihkan! Selesai upacara nanti sudah harus bersih!" kata guru itu.
"Siap, pak!" kata Syerra. Kemudian ia berbalik dan melihat gadis yang seharusnya bersamanya sudah berada jauh di depannya. Syerra pun bergegas.
"Hai, gue Syerra," kata Syerra sambil tersenyum riang.
Kemudian gadis itu berbalik dengan tatapan sinis membuat Syerra mundur selangkah.
"Lu bisa diem ga, sih? Gara-gara lo salah pake baju tau makanya gue juga ikutan disuruh bersihin toilet!" kata gadis itu membuat mata Syerra terbelalak.
Eh, kampret! Lu kan salah pake baju juga, bangke! Kzl bat gua! Kata Syerra dalam hati.
Ia kemudian mengambil peralatan kebersihan yang sudah tersedia kemudian mulai membersihkan.
Beberapa lama kemudian Syerra merasa bosan karena suasana yang awkward. Kemudian iapun mulai bersenandung dan membuat gadis disebelahnya merasa risih.
"Eh, lu, bisa ga, sih, ga ngeluarin suara apapun, kalo bisa ga usah napas sekalian di samping gua," kata gadis itu. Syerra yang tentunya merasa tidak bersalah tentunya tidak terima. Emosinya pun melonjak.
"Lu lagi PMS, yak? Gak bisa liat orang hidup tenang? Ya udah lu pergi aja sana kalo gak suka!" kata Syerra.
"Ya udah, sih, santai aja, ga usah pake marah!" kata gadis itu sambil membanting kanebo yang sedaritadi ia gunakan untuk membersihkan kaca sambil berlalu.
Dih, syaiton, kan dia duluan yang ngajakin berantem. ISSSHH! Tau ah, Syerra mah sabar. Kata Syerra dalam hati kemudian melanjutkan kegiatannya.
~•~
Syerra keluar dari toilet wanita yang sudah bersih itu kemudian melihat ke sekelilingnya. Matanya mencari-cari gadis PMS yang membuatnya dongkol tadi. Semua orang sudah selesai upacara dan para murid baru berkumpul di tengah lapangan. Syerra pun bergegas untuk ikut berkumpul bersama mereka.
Kemudian tatapan matanya bertemu dengan gadis yang tadi ikut membersihkan toilet bersamanya. Syerra menatapnya sinis, gadis itu juga menatapnya sinis. Entah mengapa perasaan benci langsung meluap di hati Syerra saat melihat anak itu. Syerra berharap kegiatan hari itu cepat selesai agar ia tidak melihat anak itu lagi.
YOU ARE READING
The Story of Us
General FictionDua gadis SMA yg awalnya bermusuhan kemudian menjadi sahabat karena "kecelakaan" kecil. Bagaimana dengan kisah hidup mereka?
