Perkenalan

129 14 10
                                        

Namaku Muhammad Hizam Adnan atau biasa dipanggil Hizam, aku adalah seorang muslim, namun watak ku tidak menggambarkan sosok Muslim yang sebenarnya,

Cerita ini bermula saat 10 tahun yang lalu..

Aku hanyalah seorang pemuda bodoh
yang selalu menghambur-hamburkan uang orang tuaku. Dan aku tidak pernah menjalankan kewajiban ku sebagai seorang muslim.

Aku hidup di sebuah kampung yang kumuh dan dalam lingkungan yang.., kalian pasti tau, lingkungan para pemaksiat. Walaupun begitu, aku hidup didalam keluarga yang taat beragama.

Aku bisa membaca Al-Quran, karena aku sudah diberikan pelajaran tentang Al-Quran saat aku masih kecil. Dan aku selalu bercita-cita untuk menjadi ustad kalau nanti aku besar.

Namun nyata nya saat ini aku seperti seorang bajingan , sejak papa dan mamah bercerai.

Aku mulai liar, aku mabuk-mabukan, aku selalu berbuat maksiat , hingga aku terjerumus dan tidak tau bagaimana menjalani hidup yang kacau ini.

Aku sudah masuk terlalu dalam kedunia kemaksiatan.

1 bulan menjalani kehidupan seperti itu, aku pun akhirnya memutuskan untuk bunuh Diri.

Aku mencari-cari tempat yang pas untuk bunuh Diri. Dan aku pun tiba di jembatan, dibawah jembatan tersebut terdapat sungai yang arusnya landas.

Aku berdiri di atas pinggiran jembatan dan bersiap untuk melompat,

Lalu aku mendengar suara orang yang berteriak. "Hey kamu , apa yang kamu lakukan", sontak saja aku terkejut.

Dan aku pun menjawab "ini semua bukan urusanmu", lalu dia bertanya kepadaku.

"memang nya sebegitu beratnya ya bebanmu, hingga kau ingin melakukan itu, sadarlah masih banyak orang yang lebih menderita darimu",.

Aku pun tersadar bahwa masih banyak orang yang lebih menderita daripada aku, dan aku langsung meng-urungkan niatku untuk bunuh Diri.

Dan melihat kearah orang yang menyadarkan ku tadi.

Ternyata dia adalah seorang wanita dan dia memakai cadar , aku sadar bahwa dia bukanlah seorang wanita yang abal-abal.

Lalu dia pergi tanpa mengatakan sepatah kata, lalu aku terus melihatnya pergi menjauh.

Dari kejauhan angin meniup kencang wajahnya, hingga cadarnya pun terlepas terhembus angin dan terbang ke arahku,

Wajahnya terlihat tetapi  agak samar-samar, sesaat aku terpana.

Dan baru aku ingat, cadarnya tergeletak di tanah,

segera aku ambil dan ingin mengejarnya,

namun saat aku melihat kearah dia pergi dia sudah tidak ada, atau menghilang.

Aku terkejut dan samar-samar ada suara yang memanggilku.

"Hizam, Hizam, bangun nak"

Segera setelah itu aku terbangun dan tidak terlalu ingat apa yang terjadi semalam.

Hizam      : Mamah, ngagetin aja

Mamah    : ayo cepat bangun, nanti      terlambat Kesekolah lo

Hizam       : oh iya , aku lupa hehe.

Yap, orang tuaku sebenarnya tidak bercerai, sebenarnya tadi aku mimpi buruk sekaligus mimpi indah , hehehe.

Setelah itu aku mandi, dan Langsung menuju Kesekolah, karna hari ini ada lah hari pertama ku masuk SMA.

Aku masuk ke SMA Negeri 8 Banjarmasin.

Setelah selesai MOS (Masa Orientasi Siswa), Sekilas aku melihat sosok wanita yang ada didalam mimpiku.








Bersambung....

Izinkan Aku Menjadi Ali muStories to obsess over. Discover now