created with love, specially for mudamin
[song : when you love someone - day6]
It was a hard day, wasn't it?
It hurts my heart just looking at you.
There's not much I can do for you except being next to you.
I'm sorry.
—
Hari itu penuh kebetean banget, bagi Amira. Penuh dengan masalah kampus, masalah acara ini itu, masalah personal, semua dicampur aduk dalam satu hari. Ia menjalani hari itu dengan hari ditunduk dan kacamata yang melekat di mukanya, ia tidak mau berurusan dengan siapa pun hari itu.
Sementara Youngmin, ia sangat senang hari itu. Enggak tau kenapa, kayak semua beban di pundak ilang aja gitu. Ia tentu mau berbagi kebahagiaannya dengan Miya. Itulah mengapa Youngmin dengan girang menelfon kesayangannya pada siang yang terik, sampai loncat - loncat gitu loh, dia.
"Miyaaaa. Miya. Miyaaa."
Tidak terdengar balasan di sisi yang lain. Tetapi saking senangnya, Youngmin masih lanjut berbicara.
"Ih tau gak, aku seneng banget hari ini. Kayak hari ini tuh bener - bener gak ada cobaan. Wahaha. Bisa gitu masa? Kamu lagi apa? Udah makan? Makan yuk?"
Kebayang, kan. Gimana kesalnya Amira mendengar kayak gitu. Ia menggengam handphonenya makin keras, seakan - akan ingin membantingnya ke lantai. Jangan salah, ia senang kalau Youngmin senang. She just didn't really need it at that time.
Amira menarik nafas panjang - takut salah berkata. Ia mengatakan dengan pelan,
"Iya, min. Good for you."
Lalu Amira menutup telfon.
"H-Hah? Miya. Aku kan ngajak makan?"
Tetapi Youngmin sudah terlambat.
Youngmin langsung bingung, menggaruk - garuk kepalanya sambil menatap layar sambungan telfonnya yang hanya bertahan 0:23 detik. Biasanya 5 menit. I really wanted to hear her squeaky voice whenever she's happy, Batinnya.
Langsung, ia menghubungi semua teman - teman Amira. Sampai teman terdekat, dan satpam kampus pun dia tanya. Lucu ya, kalau orang jatuh cinta itu.
The world was really in Youngmin's hands that day, Amira berhasil dibujuk buat diajak pulang bareng. Tadinya, Amira mau naik grab aja. Biar enggak usah ngobrol enggak jelas, katanya. Tapi tidak bisa, Youngmin sudah menunggunya didepan kelas dengan kemeja kotak - kotaknya dan tas selempang sambil menyender ke tembok, matanya jeli mencari pacarnya itu.
"Miiiiiii. Umiiii."
Youngmin mencoba untuk membuat Amira tertawa dengan memanggilnya seperti itu, tetapi adanya dikacangin.
"Miya. Amira."
Amira mengangkat kepalanya dan tatapan mata lesunya bertemu dengan tatapan mata hangat dari Youngmin. Coba saja, tatapan mata itu bisa menjadi obat dari semua keluhannya dalam hidup.
YOU ARE READING
for you ;
Teen Fiction널 생각해. [hanya wadah bagi khayalan - khayalan saya. made specially for teman - teman berbucin. semangat.]
