Whitout Me

49 1 0
                                        

Hari minggu di kota ini sangat sejuk. Dengan sinaran cahaya matahari yang sedikit terik dan hawa yang dingin. Hari minggu ini aku mengawalinya dengan kebiasaan, bangun pagi, main hp, mandi, makan. Tidak ada yang berbeda di setiap hari-harinya. Hidupku seperti robot yang bergerak mengikuti perintah dan melakukan hal yang sama di sepanjang waktunya. Sering aku berkhayal gimana rasanya bisa ngerasain hari minggu dengan teman-teman, rasanya sangat mustahil untukku. Waktu berjalan begitu lambat, entah perasaanku yang merasa hari minggu itu hari yang panjang atau memang aku yang merasa kesepian.
Menjelang petang aku selalu melakukan kewajibanku shalat magrib berjamaah di masjid. Sepulang dari masjid pun aku hanya bisa duduk main hp atau nonton tv di rumah sembari menunggu malam berlalu. Ngga berasa malam pun semakin larut aku pun bergegas menuju kamarku untuk tidur dan berharap besok adalah hari yang luar biasa untukku.

Keesokan Harinya......

Hari senin, hari dimana para siswa mengalami tingkat kemalasan yang sangat tinggi. Aku selalu berangkat sekolah pukul 6.15 berharap datang kesekolah pagi-pagi bisa duduk dengan teman yang asik. Aku menjalani hari seninku sama seperti dengan siswa lain. Aku memiliki teman yang bergam, misalnya teman yang terlalu polos, teman pendiam, teman yang jahil, teman yang menyebalkan. Tetapi aku tidak merasa keberatan karena prinsipku "Walaupun mereka tidak membutuhkanku, tetapu aku selalu ada untuk mereka".
Panjangnya hari senin berangkat sekolah jam 6.15 pulang jam 6.15. Sungguh melelahkan bagi seorang siswa yang menjalani percobaan 5 hari kerja. Masih ditambah ulangan harian dan tugas-tugas yang harus di kumpulkan keesokan harinya.

Without MeStories to obsess over. Discover now