Prolog

34 5 24
                                        

"Nam gyu~ahh aku ingin makan kue" Ujar Hyeochan seraya menatap sebuah novel dihadapannya.

"Kau hanya ingin memakan pemilik kedai itu kan?mengaku sajalah" sergahku. Aku cukup mengenal Hyeochan dengan baik,lagipun kita sahabat dari TK sampai sekarang dan semoga seterusnya tetap seperti ini.
Gadis berkacamata itu mengalihkan pandangannya kepadaku yang ada disampingnya. Perlahan dia tersenyum malu dan itu benar-benar menggemaskan. Kalau saja aku seorang lelaki aku akan jatuh cinta padanya. Dia gadis yang manis dengan rambut panjangnya yang berkilau.

"Berhentilah menerka apa yang sedang aku rasakan,itu sungguh memalukan. Kau tau?" jawabnya dengan senyum malu nya. Aku cekikikan untuk sesaat.

"Iya aku tau,kau harus berterus terang padanya Hyeochan~ahh"
Mendengar ucapanku, hyeochan tertawa pelan karena bisa gawat kalau kim ssaem melihat kami tak memperhatikan pelajaran.

"Ya,,kamu saja hanya menjadi penggemar gelap nya jungkook. Pakai sok menasehati lagi. Harusnya kamu cepat-cepat mengutarakan perasaanmu itu sebelum Hana merebut pangeran kelinci mu itu. Kamu ini benar-benar " ucap Hyeochan panjang kali lebar kali tinggi sama dengan banyak. Lalu beralih membaca novelnya lagi.

Mendengar nama pangeran kelinci ku disebut,dalam diam aku memperhatikannya. Dia berada di bangku paling depan tepat di hadapan meja guru. Lelaki bergigi kelinci itu sebangku dengan Yeon Hana yang sangat populer di Daewon High School. Aku akan menjelaskan tentang si ratu lebah itu dilain waktu. Karena sungguh melihatnya saja membuat darahku mendidih.

*Ring ding dong (pinjem ke shinee)

Bel pulang sekolah berdentang. Dengan enggan aku menyudahi acara menatap jeon jungkook dengan sepenuh hati. Dengan santai aku membereskan buku diatas meja seperti yang dilakukan seluruh penghuni kelas ini. Dengan tegas Jeon Jungkook berdiri dari duduknya lalu diikuti semua siswa termasuk aku dan Hyeochan.

"Kamsa Hamnida " ucap kami serentak seraya berdiri dan membungkukkan badan. Memberi hormat pada Kim Ssaem lalu setelah Kim ssaem sudah keluar dari ruang kelas,barulah kami mengikutinya keluar kelas. Aku terbawa arus manusia di koridor karena murid di DHS tidak bisa dibilang sedikit lalu pulang sekolah pun menjadi acara desak-desakan yang menyebalkan karena semua murid di DHS keluar dari kelas disa'at yang bersamaan. Bisakah kalian bayangkan bagaimana ramainya koridor.

Yah itulah tempatku menuntut ilmu. Apalagi sebentar lagi aku akan lulus dari sekolah ini,rasanya aku sudah lama menghabiskan masa remajaku ditempat ini. Bisa dibilang bahwa DHS itu salah satu sekolah SMA yang populer di Korea Selatan. Dan itu didukung dengan para pengajar yang bermutu. Itu membuatku cukup nyaman bersekolah disini.

"Nam gyu~ahh" panggil Hyeochan setelah kami berada di depan gerbang sekolah.
"Ya?"
"Kau yakin sudah memasukkannya?" tanya Hyeochan khawatir. Aku hanya mengangguk mantap,tentu saja yakin karena hampir setiap hari aku memasukkannya. Jadi mana mungkin aku lupa dengan rutinitasku yang sudah kulakukan selama hampir 3 Tahun.

"Kenapa dia tak memakannya?,biasanya kan dia akan memakan apel itu sejak kekuar dari kelas. Aneh".

Benar juga. Kenapa Jungkook tak memakan apel yang aku masukkan didalam tasnya?. Menyebalkan,aku menunduk menatap aspal yang tak bersalah. Jangan-jangan apelnya busuk lagi?ah tidak mungkin,mana mungkin aku memberinya apel busuk kan sebelum aku masukkan sudah aku check dulu. Atau jangan-jangan dia sudah bosan dengan apel. Ya karena hampir setiap hari dia makan apel dariku kan. Iya itu mungkin saja. Haruskah aku menggantinya dengan buah lain?.

"Ya ! Ban Nam Gyu~ "

Dengan pelan aku mengangkat wajahku. Mencari seseorang yang memanggil namaku dengan lantang. Aku melihat Jungkook berjalan kearahku. Kearahku? Apa mungkin dia yang memanggilku?. Lelaki berambut rapi itu tersenyum dari kejauhan. Dia tersenyum,padaku.

"Hyeochan~ahh kau harus menangkapku..kurasa aku akan meleleh" ujarku pada Hyeochan yang entah sejak kapan menjauhiku dan duduk di halte bus. Meninggalkanku sendiri yang tak kuasa mengendalikan diri ketika senyum lembut itu menyapaku untuk kesekian kali. Kini lelaki bernametag Jeon Jungkook itu berada tepat dihadapanku. Masih dengan senyum yang membuatku meleleh.

"Anu..Ban Nam Gyu~ bolehkah aku meminta nomermu?oh jangan salah paham ini untuk grup WA kelas kita. Jadi kan lebih mudah membagi info seputar sekolah. Dan aku meminta nomer Hyeochan juga. Tolong ya" ucapnya panjang kali lebar kali tinggi sama dengan cinta maksimal.

Aku kikuk. Sudah tentu aku akan menolong pangeran kelinciku.

"Iya" jawabku seraya tersenyum penuh arti padanya. Dan dia dengan formalitasnya ikut tersenyum padaku. Dan senyum kali ini lebih lebar dari yang pertama. Sepertinya aku akan pingsan karena kakiku sudah tak mampu menopang berat tubuhku.

***

"Ini mendebarkan" ujar Hyeochan sebelum membuka pintu kaca yang bertuliskan 'open' lalu terdengar ditelingaku sebuah lagu yang mengalun merdu. Membuat angin dirongga-rongga hatiku. Lagu yang menyejukkan hati,seperti itu lah lagu yang kudengar di dalam kedai ini. Hyeochan menggenggam tanganku erat lalu menarikku didepan meja kasir dimana sang pangeran jerapah nya berada. Iya aku akui dia cukup tampan tapi masih dibawah pangeran kelinciku. Lagipula dia kan playboy tidak seperti Jungkook yang bahkan untuk bertatap muka dengan perempuanpun merasa malu. Sedangkan lelaki yang berada dihadapanku ini benar-benar tak punya malu. Hyeochan,apa sih yang membuatnya kagum dengan lelaki bernametag Byun Baekhyun ini?tidak masuk akal.

"Selamat datang,ada yang bisa saya bantu?"

Huh sok kecakepan,mana dia pakai senyum-senyum segala lagi. Genit. Playboy.

"Ah anu..itu...saya pesan strawberry shortcake, kue kenari dan milkshake 2. Karena hari ini benar-benar panas hehe"
Dasar Hyeochan ini,tidak bisa lebih natural apa. Kenapa tertawanya seperti dipaksakan sih.
"Saya jus apel 2. Itu karena saya sangat haus " pesanku pada Baekhyun oppa. Dia itu sudah tua makanya aku memanggilnya oppa.
"Iya,saya mengerti. Tolong tunggu sebentar" dengan berkata seperti itu, artinya kami disuruh untuk duduk dibangku yang disediakan. Tempat favorit kami berada dipojok kedai tepat didepan kaca bening yang menghadap langsung kejalan.

Tak berselang lama Baekhyun oppa datang dan membawakan kami makanan dan minuman yang kami pesan.

*Brakk

Hyeochan tiba-tiba menginjak kakiku. Reflek tanganku yang berada diatas meja menggebraknya dengan cukup keras. Aku saja sampai kaget sendiri. Untung kedainya lagi sepi alhasil aku,Hyeochan dan Baekhyun oppa sukses jantungan. Menyebalkan. Hyeochan hanya menunduk ketika aku melototinya. Dasar.

"Aa..Ma'af sa..saya mau tanya itu..anu lagu yang diputar ini ju..judulnya apa ya?hehe" ah sial. Kenapa harus kikuk gini sih. Semua ini gara-gara Hyeochan,huft. Apakah alasanku menggebrak meja terdengar aneh? Sudah tentu,kenapa juga aku harus sibuk mencari alasan bukankah lebih baik berterus terang kalo kakiku diinjak hyeochan karena saking senangnya ketemu Baekhyun oppa. Ah memalukan.

"Ah ini lagunya Armada-Asal kau bahagia" jawabnya tenang dan tak lupa senyum sok kecakepannya.

"Lagu luar negri ya? Lagunya manis ya hehe" ujarku tersenyum percaya diri lalu meminum jus apelku.Kudengar lelaki itu cekikikan tak lama ia berkata.

"Iya,Indonesia. Dan sebenarnya lagu ini berkisah tentang pasangan yang diambang perpisahan. Sang lelaki merelakan sang wanita kembali ke mantannya asalkan dia bahagia. Dan aku rasa tidak ada manis-manisnya." dia berkata seraya tersenyum kecakepan. Lalu lelaki menyebalkan itu berlalu meninggalkan kami.

"Sial." Geramku.

~TBC~

Huwaa akhirnya selesai juga. Gaje ya,bahasanya juga amburadul. Iya aku tahu. Tapi,tolong tinggalkan jejak ya reader. Voment please. Terima Kasih sudah membaca

PlayByunWhere stories live. Discover now