Pagi hari yang cerah, namun tidak bagi Kevin. Dia harus bersekolah di tempat baru karena pihak sekolah lama yang sudah tak sanggup lagi mengurusnya.
"Kevin, papa harap kamu tidak membuat masalah apapun di sekolah baru nanti! " nasihat sekaligus perintah dari Luke selaku papanya.
"memangnya kenapa si pa? Lagipula sekolah itu kan milik papa." dengan santainya Kevin membalikan ucapan papanya.
"kamu ini. Jangan mentang-mentang sekolah itu punya papa kamu bisa melakukan apapun yang kamu suka. Kamu ini sudah besar, harus bisa membedakan mana yang baik dan buruk." Luke sudah sering mengingatkan anak semata wayangnya, namun yang dinasihati hanya cuek.
"ya udah Kevin berangkat dulu pa" pamitnya seraya keluar dari rumah.
"tunggu om Harry dulu, Kevin" lagi dan lagi Kevin hanya cuek tanpa memperdulikan omongan papanya.
.
.
.
SMA Bakti Jaya, sekolah yang terkenal karna segudang prestasi baik akademik maupun non akademik. Di sinilah Dilyaana dan kawan-kawan sedang bersenda gurau. Menceritakan hal-hal aneh, tak masuk akal sekalipun, hanya mereka yang mengerti apa yang mereka lakukan. Kelas yang tadinya berisik, berubah menjadi hening tatkala Pak Adam masuk ke kelas. Guru satu ini yang terkenal sangat killer, dia tak akan memberi ampun kepada siwa manapun yang melanggar aturan sekolah.
Namun, kali ini Pak Adam tak datang seorang diri, ia datang bersama dengan seseorang.
"Assalamualaikum, selamat pagi anak-anak." sapanya tanpa senyum sedikitpun.
"Waalaikumussalam, pagi pak." jawab mereka serempak
"pagi ini kita kedatangan teman baru, silakan perkenal dirimu."
"ok guys. Perkenalkan nama gw Kevin Adiasta. Lu pasti tau kan gw ini siapa?" tanyanya dengan percaya diri tinggi.
"ya gw tau.. Lu kan pacar gw." jawab Julie, anak sosmed akut yang kerjaan tiap harinya hanya stalk sosmed orang lain.
"enak aja.. Dia itu suami masa depan gw." sahut yang lainnya merasa tidak terima
"ehh.. Siapa lu? Nyadar diri dong.. Gw ini anak dari donatur terbesar di sekolah ini." ucap Julie dengan rasa bangga
"yang jadi donatur terbesar itu ayah lu.. Lu punya apa si? Masih belum bisa nyari uang aja belagu setengah mati." jawab Fannya sarkas.
"lu tuh harusnya nyadar diri. Perebut cowo orang aja, sok." balas Julie dengan nada naik 1 oktaf. Kelas pun menjadi tidak kondusif.
"Julie dan kamu Fannya ke ruang BK sekarang juga!! " perintah Pak Adam dengan tatapan tajam sirat akan kemarahan.
"sampe segitunya mereka merebutkan gw." ucap Kevin santai
"ya ampun, baru juga anak baru gayanya. Ckck! " komen Dilyaana
"sudah. Kamu boleh duduk di tempat yang kosong."
"eh lu cupu, pindah dari sini.. Gw mau duduk di sini! " perintah Kevin
"ta.. tap.. tapi kan gw udah du.. duk di sini. Emangnya lu siapa nyuruh gw pin.. pindah? " ucap Yoga. Dia terkenal cupu, orang yang suka disuruh-suruh, walaupun gitu dia masuk urutan 5 besar di kelas.
"lu nggak tau siapa gw?" tanya balik Kevin dengan senyum mengejek "gw Kevin Adiasta Pahlevi, denger? Pahlevi. Lu tau seberapa besar nama Pahlevi di sekolah ini. Lama lu tinggal pindah susah amat si. " tambahnya
"Kevin saya suruh kamu duduk di tempat yang kosong. Bukan menyuruh kamu mindahin orang" ingat Pak Adam "saya bilangin ke Pak Harry kamu ini! " ancamnya
"ckck, iya pak. Awas lu!" ancam Kevin pada Yoga.
Kevin pun berjalan ke arah pojok belakang kelas. Matanya masih menyiratkan kemarahan kepada orang yang telah melawan kemauannya.
'ya masa gw kan anak pemilik sekolah, gini aja nggak diturutin' batin Kevin.
ESTÁS LEYENDO
MY BADBOY
Fanfiction"Siapa si tuh cewe, selalu aja ngebantah ucapan gw. Dia nggak kenal siapa gw? Tapi gw akui, dia memiliki postur tubuh ideal sebagai seorang wanita dan juga rasa keberanian yang tinggi, hal itu membuat gw tertarik. Dia harus menjadi milik gw" -Kevin...
