1. Indigo

350 12 2
                                        

Semua orang memandang aneh pada anak laki-laki yang berjalan keluar sekolah bersama ibunya. Ini adalah sekolah ke tiga di tahun pertama ia sekolah. Dengan alasan yang sama ketiga sekolah itu menolaknya. Pihak sekolah takut, kalau anak itu akan bertindak yang aneh- aneh dan mempengaruhi siswa yang lain.

Ibunya hanya bisa berdoa semoga di sekolah yang keempat nantinya akan menerima anaknya dengan baik.

"Ibu aku nggak mau sekolah di MI"

"Sekolah itu sama saja nak, enaknya di MI kan kita bisa sekolah sambil ngaji, kalau di SD kan cuma bisa sekolah aja" ucap ibunya untuk menenangkan anaknya.

"Sama aja buk, habis sekolah nanti An bakal sekolah diniyah siang deh," sanggah anaknya.

"Ibu gak bisa maksa kamu, tapi apa yang ibu sama ayah rencanain gagal deh."

"Emang ibu mau ngapain?"

"Pengen beliin kamu sepeda kalau mau sekolah di MI."

"Aku mau kok sekolah di MI" anak itu mengeluarkan cengiran lebarnya."

"Anak baik." sang ibu mengelus kepala anaknya.

Setelah lama menunggu di depan gerbang SD kusuma, datanglah ayahnya. Mereka langsung bergerak menuju gedung MI yang berjarak 2 km dari tempat mereka sebelumnya.

"Kan gini enak, kenapa nggak dulu- dulu aja ya.. Ayah bisa nganter kamu sekalian berangkat kerja." ucap sang ayah pada anaknya.

MI at taqwa menerima anak tersebut dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Karena yang mereka tau, itu adalah anugerah.

Indigo.




*******
Mereka duduk di meja makan. Seorang ayah dan anak laki- lakinya. Kemudian ibu meletakkan makanan di atas meja. Dengan cekatan ayah juga ikut membantu. Membuat tangan kecil itu ikut gatal.

"Hati- hati An, kalau itu pecah gak jadi makan kamu." ucap ayahnya.

Sebut saja mereka keluarga bahagia. Sang ayah adalah seorang manajer di gudang milik perusahaan dagang yang bergerak dalam bidang makanan ringan. Tetangga sering memanggil sang ayah dengan sebutan cak Mar. Nama lengkapnya Mardi tapi karena asalnya dari Surabaya, yang akrab dengan panggilan cak maka orang-orang pinggiran Cikarang ini pun ikut memanggilnya cak juga.

Sang ibu hanya ibu rumah tangga biasa. Tetangga lainnya suka manggil bu Mar karena suami dari pak Mar alias Cak Mar. Padahal nama aslinya Sulastri.

Dari pasangan Cak Mar dan Bu Mar melahirkan seorang anak laki-laki tampan, bernama Andri, lengkapnya Andri Putra Mardianto. Hanya seorang saja. Karena sang ibu mengidap kista yang parah membuat rahimnya harus di angkat. Membuatnya cukup memiliki seorang anak saja. Namun anak itu memiliki keistimewaan. Dia Indigo.



******

Thanks for reading :-)

I N D I G O (HIATUS)Stories to obsess over. Discover now