Aku menatap kearah jendela mobil yang melaju di jalanan lenggang. Suasana seperti ini bukanlah hal asing bagiku dan keluargaku. Keluargaku memang sering bahkan sangat sering berpindah - pindah. Bukan hanya antar kota, tapi aku dan keluargaku pernah tinggal pelosok Thailand, pedesaan sepi di pinggiran Amsterdam dan banyak tempat - tempat yang tidak terpikir sebelumnya. Tapi keputusanku sudah bulat, kali ini aku akan menetap di Seoul.
Eomma dan appa setuju dengan keputusanku untuk menetap di Seoul. Paman dan Bibiku setuju untuk menjagaku dan adikku, Park Jihoon selama di Seoul bersama dengan sepupuku Kim Jonghyun dan Kim Yewon yang berusia sama dengan kami.
Aku dan Jihoon tidak memiliki banyak teman, sebetulnya tidak benar - benar. Kami hanya punya beberapa sepupu yang saling berbincang melalui grup message dan bertemu hanya setiap perayaan chuseok. Mobil masih melaju di jalanan basah Seoul sore hari. Ini titik balik dalam hidupmu, Park Jieun! Aku mengguman dan bertekad akan membangun kehidupanku sebagai remaja 17 tahun yg normal disini.
Jihoon menyodorkan sebotol minum padaku.
"Noona, jangan ngelamun nih minum" ucapnya sambil bercanda.
Jangan tanyakan kedekatanku dan Jihoon. Kehidupanku berputar pada Jihoon dan oppaku, Aron yang sudah setahun ini kuliah di Seoul National University dan tinggal di asrama mahasiswa.
"Dih punyaku kan Cola" sahutku saat menyedot isi minuman yg disodorkan Jihoon sambil tertawa.
Eomma melirik kami berdua penuh kasih sayang. Tersenyum.
"Eomma cuman berharap kalian bisa menjaga diri dirumah imo kalian. Belajarlah yg rajin. Eomma appa bakal mampir setiap kali appamu libur" ujar eomma menatap kedua anaknya.
Mobil berhenti di depan sebuah rumah. Bukan tempat yang asing bagi kami. Aku dan Jihoon langsung turun dan membantu menurunkan barang kami saat Jonghyun dan Yewon menyambut.
"Hai sepupu aneh, apa kabar? Hm.. Terakhir kalian tinggal dimana?" sapa Jonghyun hangat, kami memang sudah puluhan kali pindah, dia bahkan tidak mengingat semua tempat tinggal sepupunya itu.
"Indonesia" jawab Jihoon singkat mengangkat box masuk ke rumah.
Aku membawa setumpuk barang ringan untuk dibawa masuk, beberapa boneka kesukaanku. Barangnya menumpuk menutupi badanku yg mungil. Angin yang cukup kencang menerbangkan salah satu boneka tanpa dia sadari. Aku masih berjalan pelan. Seseorang menepuk ringan punggungku. Aku menoleh kaget, ada seseorang disana.
"Kamu menjatuhkan ini" kata laki-laki tinggi pucat itu menyodorkan boneka yang dipunggutnya di jalan itu. Aku mengangguk kikuk, aku memang jarang berinteraksi dengan orang lain sehingga situasi seperti ini saja membuatku kikuk. Dia hanya membungkuk pelan dan kembali berjalan pelan.
Jonghyun keluar untuk membantuku. Dia menyapa lelaki itu. Oh dia temannya Jonghyun, pikirku.
"kalian juga bakal ketemu di sekolah nanti. Kenalannya nanti aja" sahut Jonghyun penuh tanda tanya. Dari jendela kamar aku melihat lelaki itu berjalan pergi hingga tak nampak lagi dari pandanganku.
Yewon menyodorkan beberapa seragam saat aku membongkar pakaianku. Kami memang akan berbagi kamar.
"eonnie, sesuai dengan ukuran yg eonnie kirim. Welcome to Dongtan Global School!" Yewon berteriak sambil menunjukkan 2 set seragam yang sudah rapi tergantung di gantungan.
"kapan terakhir kali kamu sekolah berseragam?" tanya Jonghyun sambil tertawa di depan pintu.
Aku melemparnya dengan bantal.
"Di Jakarta juga kita sekolah pake seragam, walau kita sekolah intercultural" jawabku gemas.
"Yewon-a, mana punyakuu?" tanya Jihoon penasaran.
Aku mengelus seragam itu. Impianku memakai seragam set High School di tempat kelahiranku menjadi nyata.
"Aku punya jabatan di sekolah, jangan kuatir sama 1st daymu besok. Kamu untung sekali punya sepupu kayak aku" Jonghyun berkata lagi sambil menyeret kami untuk makan malam.
Yewon sudah terlelap di kasur bagian atas bunk bed kami. Aku masih memutar jemariku di atas ipad mencari tau tentang calon sekolahku ini. Aku cukup khawatir dengan culture sekolah di Korea. Akankah hari pertamaku ini berjalan lancar? Dan aku pun terlelap kedunia mimpi bukan mimpi yang indah.
YOU ARE READING
School Teror
Mystery / ThrillerDapatkah misteri hilangnya seorang siswa dan saksi kunci mengungkap misteri ini?
