"Good job, girl. You are very amazing."
"Thank you, Kaneera."
"Raileen, are you okay?"
"Yes, i'm okay. Dont worry, guys."
Gadis bersurai hitam itu berjalan menuju sebuah sofa dengan perlahan dan duduk disana untuk beristirahat sejenak sebelum teman-temannya itu bersiap untuk kembali ke apartemen mereka.
Drrttt...drrttt...
Benda pipih berwarna emas milik gadis itu berbunyi. Dia lalu mengambil ponselnya di atas sebuah meja kecil di hadapannya dan menggeser tombol berwarna hijau tanpa melihat siapa yang menelpon.
"Assalamu'alaikum. Bagaimana kabarmu sayang? Apa kalian baik-baik saja disana? Apa kalian memiliki masalah?" suara yang sangat gadis itu rindukan setelah dia memutuskan untuk bekerja demi kehidupannya dan hobinya.
"Wa'alaikum salam. Kami baik-baik saja dan kami tidak memiliki masalah. Bagaimana kabar kalian disana? Aku dengar mom masuk rumah sakit kemarin. Kabar itu benar?"
"Iya, kemarin mom masuk rumah sakit karena serangan jantung. Kami dengar kabar kalau kau mengalami kecelakaan saat mengadakan konser di New York. Tapi sekarang mom sudah baik-baik saja dan kabar yang lainnya juga baik-baik saja."
"Mom tidak usah khawatir soal itu. Memang kemarin ada sedikit kecelakaan, tapi tidak parah. Hanya kaki Raileen yang terkilir."
"Raileen, kapan konser kalian akan selesai?"
"Sekitar dua minggu lagi."
"Apa kau mau pulang setelah konser kalian selesai? Mommy sangat merindukanmu. Sudah tiga tahun kau tidak pulang."
"Iya mom. Aku akan pulang dan lagipula kami sepertinya tidak akan mengadakan konser lagi untuk beberapa bulan kedepan. Yah, hitung-hitung liburan setelah mengadakan tour panjang ini."
"Baiklah, kalau begitu jangan lupa istirahat, makan yang cukup dan jangan kelelahan. Kalau sampai mom melihat ada garis berwarna hitam di bawah matamu, jangan harap kau bisa keluar kamar karena mom akan menyuruhmu tidur. Kau istirahatlah sekarang. Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikum salam."
Tut..tut..
"Raileen, ayo pulang. Konsernya sudah selesai. Jangan lupa ke studio untuk latihan besok siang." seorang gadis berambut coklat berdiri di dekatnya sambil membawa sebuah gitar berwarna putih dan biru miliknya. Dengan mendengar suaranya saja, Raileen sudah tau bahwa gadis itu adalah Kaneera Baydon, manager mereka yang sudah dianggap sebagai kakaknya sendiri.
"Baiklah." mereka semua akhirnya kembali ke apartemen mereka dan beristirahat dengan tenang.
17 days later...
"BANG ADIAANN!!! LAMA BANGET SIH!!! KALAU TAU ABANG BAKALAN TELAT BANGUN, LEBIH BAIK ABANG GAK USAH IKUT JEMPUT KAK RAI!!" suara seorang gadis menggelegar dan berpotensi menyebabkan ketulian bagi orang yang berada didekatnya.
"Astaghfirullah, Ellya jangan teriak-teriak. Ini masih pagi nanti tetangga bisa terganggu."
"Aku gak peduli sama tetangga mom, yang aku peduliin itu cuma waktu yang semakin banyak terbuang cuma karena nungguin bang Adian yang mandinya ngalahin anak perawan. ABAAANNGGG!!!! LAMA BANGET SIH!! CEPETAN DIKIT KEK! NANTI KAK RAI NYAMPE DULUAN!! ABANG!!"
"Iya, ini udah selesai. Kuy, ke bandara." seorang remaja laki-laki menuruni tangga dengan setengah berlari karena takut dengan amukan adiknya yang sedikit lagi akan di terima.
"Ya iyalah ke bandara, masa ke kafe."
***
"Telat telat telat!!! Semoga kak Rai belum datang." setelah tiba di bandara, Ellya langsung keluar dari mobil dan lari kocar-kacir untuk mencari keberadaan kembaran kesayangannya diantara banyaknya orang yang ada di sana.
"Gua, Ellya sama Rai perasaan kembar. Kok beda gini ya sifatnya si Ellya?" heran dengan sifat saudara kembarnya yang gampang panik dan hobi teriak, Adian hanya dapat menggeleng-gelengkan kepalanya saja. Kalau bertanya lebih lanjut, telinganya akan diperiksa oleh dokter THT sepulang dari bandara.
"Kalian bertigakan bukan kembar identik. Yuk ikutan nyari Rai." ayah mereka akhirnya membuka suara. Beberapa menit mencari di antara banyaknya orang yang keluar dari pintu kedatangan, akhirnya orang yang mereka tunggu muncul dengan tas berisi gitar kesayangannya di punggung dan sebuah koper yang ditariknya di tangan kiri. Ellya langsung memeluk saudaranya setelah dia keluar dari gerombolan manusia yang juga baru tiba di sana.
"Selamat datang kembali di Indonesia saudara kembarku yang cantik." Adian memeluk kedua saudara kembarnya itu. Sudah lama mereka tidak berpelukan seperti ini membuat kesan tersendiri bagi Adian. Tapi, sepertinya terjadi sesuatu yang aneh kepada kedua kembarannya itu.
"Emm, maaf. Sepertinya kau salah orang." kini Adian tau mengapa dia merasa aneh. Dia salah memeluk orang. Dia memeluk seorang gadis yang mungkin sedang melintas dihadapannya saat dia akan memeluk Raileen dan Ellya.
"Ekhem, Adian." deheman mommy menyadarkannya. Dia menatap lurus kedepan dimana keluarganya berada sekarang. Mereka semua menatapnya dengan tatapan aneh.
"Eh, maaf. Aku benar-benar salah orang. Sekali lagi maaf." gadis tadi langsung pergi menemui keluarganya dengan wajah yang sedikit memerah karena baru saja dipeluk oleh seorang pria tampan.
"Ayo pulang! Perjalanannya panjang, pasti Rai kecapekan. Oh iya, Rai, Ellya, Adian, mulai besok kalian akan bersekolah di SMA Pelita Bangsa." kata mommy setelah menetralkan amarahnya terhadap putra sulungnya yang kelakuannya benar-benar memalukan.
"Berarti aku sama bang Adian bakalan pindah sekolah mom?"
"Tepat sekali."
TBC
Ara-kun : Wow, cerita tentang RoSal. Gimana dengan cerita yang lain Ni-kun? Bisa-bisa mereka pada protes loh. Trus, tumben-tumbenan cerita kali ini gak sampe 1000 kata. Biasanya 2000 sampe 3000 kata.
A/Ni-kun: Urusin mereka mah gampang, tinggal bilang kalau peran mereka bakal diganti dan selesailah masalah. Cerita kali ini agak pendek karena ini masih awal kepulangan PU.
Ara-kun : Dasar Nikuman. Penggemar RoSal kelewatan dosis, mau dikemanain virus yang gue kasih? Kan gue udah berusaha menyebarkan virus ke lo sampai 1/2 tahun!!!!!!!
Ni-kun : Ya udah, tutup nih chapter yuk #ngalihin pembicaraan.
All : Jangan lupa vote dan commentnya ya. Sampai jumpa di chapter selanjutnya. Bye...
KAMU SEDANG MEMBACA
Pitch Dark
Fiksi Penggemar#Karisvha-Virdia series 1 Raileen Roshni Karisvha, seorang gadis yang sangat luar biasa sampai-sampai seorang Devon Faisal Virdia sempat meragukan eksistensi makhluk sepertinya di dunia. Yang benar saja?! Gadis yang dikiranya hanyalah seorang gadis...
