Stasiun, Kita bertemu.

0 0 0
                                        

Aku menunggunya di stasiun waktu itu
Harap-harap cemas karena tak muncul barang batang hidungnya saja. Aku mencoba menghubunginya berkali-kali,tapi tak ada respon.
"Ini yang terakhir, aku berjanji." Ucap ku pada diri sendiri.
Lalu , dari kejauhan ku lihat kau berjalan ke arahku. Mataku memanas karena terus memperhatikan mu hingga kau benar-benar duduk di sampingku. Tak ada percakapan di antara kita. Hanya helaan napas dariku. Lalu aku memberimu bingkisan kecil,kenang-kenangan dariku sekaligus menandakan berakhirnya hubungan ini. Setelah merasa urusanku selesai, aku pamit pulang. Kau mengangguk. Iya, kau hanya mengangguk. Apakah kau tau sayang, aku berharap lebih? 5 detik aku menunggu, kau tetap diam. Lalu aku memutuskan untuk benar-benar pergi walau ingin ditahan. Tidak lagi aku mendengar ucapanmu setiap aku pamit pulang sehabis kita berkencan "hati-hati ya!"
Sungguh, aku tidak mendengar apa-apa lagi setelah memutuskan untuk pergi. Bahkan aku tak mendengar suara hatiku yang berantakan, karena memang sudah lama ia mati.
#hariituharijumat
#gemuruhlangit
—gemuruh langit

it writingsStories to obsess over. Discover now