Aku tak tau harus mulai darimana kisah masa SMA ku, yang ku tau aku hanya murid biasa kelas XI yang mempunyai otak biasa dan rupa dibawah luar biasa.
Teman? Apa yang dimaksud dengan teman? Mereka yang datang hanya ada butuhnya, kah? Yang ingin memanfaatkan kita, kah? Atau mereka yang ingin mengambil seseorang yang kita sayang?. Aku tak punya teman. Bukan, bukan aku yang tak menganggap mereka ada, tapi mereka yang menganggapku tak pernah ada. Miris memang.
Lalu kekasih, aku tak pernah tau apa itu kekasih? Dua orang insan yang sedang dekat lalu memasang status pacaran? Hell , selama hidupku aku tak pernah memiliki seorang kekasih. Kalau kalian bilang hidupku datar, maka apa yang kalian kata memang benar. Tak ada yang menarik dalam hidupku, teman tak punya, jomblo selama hidup.
Inilah hidupku, semoga kalian tak bosan membaca kisahku yang sedatar papan triplek.
🌻🌻🌻
" Dulu yang minta sekolah disana siapa? Kamu sendirikan" Omel Liana Mama- Anjani
" mana aku tau kalo bakal berat gini ma, bisa pecah kepalaku lama- lama" sahut Anjani dengan kesal.
" dulu Mama juga pernah ngerasain apa yang kamu rasain, tapi nggak ngeluh tuh" balas liana " ih, kan udah beda jaman mah"
" dikasi tugas dikit ngeluh, disuruh jalan jauh sama pacar nggak pernah ngeluh, dasar kids jaman now" heran liana. " boro - boro jalan sama pacar, orang pacarnya aja ga punya. Udah ah Anja mau ke kamar" sewot Anja.
Mama yang melihat kelakuan anak pertamanya hanya menggelengkan kepala. " Dasar anak jaman"
YOU ARE READING
Diary.
Teen FictionHanya kisah hidup yang dituangkan dalam tulisan ketika tak ada yang ingin mendengar keluh kesah seorang Anjani Kusuma Wijaya. By : Nilam cahya
