Pada siang hari yang cerah, seorang gadis berambut brunette dengan langkahnya yang tomboy berjalan menyusuri kota untuk mencari tempat sarapan.
Karena dia lelah berjalan, dia pun melihat satu toko makanan yang terbuka lebar dan sepi. Dia pun langsung masuk dan mengambil (baca: mencuri) apapun yang dia suka di toko itu yaitu daging.
"Ah gapapa lah yang penting bisa makan, salah siapa restoran dibangunnya di pusat kota semua." gumam alice yang hendak keluar dari toko itu, sebelum terdengar suara dari dalam toko
KLONTANG! KLONTANG! GBRUKK! PRANG! PRANG!
"Gawat."
Yak, pemirsa, dengan tangan gorillanya alice tidak sengaja menyenggol piring yang berjejer di rak sampingnya. Pintar sekali kau alice. *prok prok prok*
Duakk!
"Berisik lu auth! Bantuin kek! Malah tepuk tangan"
Dan authpun menjadi arwah seketika karena tendangan maut alice *plak
"PENCURRY!!! ADAWW!" teriak seorang pemuda berambut merah panjang yang mengenakan pakaian maid bernama Rufus Barma dan dengan eloknya tergulai lemah karena keinjak pecahan piring *plak
Dan saat Rufus mau meneriaki Alice lagi, sosoknya sudah tidak ada disana meninggalkan Rufus yang termangu di lantai memegangi kakinya.
.
.
.
Disisi lain, Alice berjalan dengan tenang meninggalkan toko yang barusan dia curi sambil memakan tusuk daging dari dalam kantung yang dia pegang.
"Bodo amatlah. Yang penting bisa makan." ucap alice dengan wajah polos nan tak berdosa.
Setelah berjalan cukup jauh sampai di daerah hutan, dia mendengar sesuatu di semak-semak yang sangat berisik.
"Hwoaahh apa tuh? Daging kah?" (A: daging mulu dah pikiranmu lice, lice. *ditendang*) Alice berjalan menuju semak itu perlahan sambil menahan daging yang di mulutnya.
GRUSAK GRUSAK
Masih belum ada tanda-tanda dari makhluk yang berbuat sesuatu dari dalam semak itu. Alice masih siaga dalam posisinya sambil mendekati semak itu.
GRUSAK GRUSAK
"...sepertinya memang daging" gumam Alice dengan percaya diri. (A: daging mana yang bisa bergerak coba? *kicep*)
"Berisik lu auth!"
SRASSHH
"HUWAA!!"
Sebuah makhluk(?) panjang dan memiliki rambut bersurai kuning emas lompat dan lari dari semak itu seketika. Alice hampir saja kepeleset karena kaget.
"Tuh kan! Auth sih! Ganggu aja! Jadi kabur!" geram Alice.
(A: ehehe... *plak)
Alice langsung berlari sambil memeluk kantung belanjaannya tadi untuk mengejar makhluk berambut kuning(?) itu.
"Huuh... Dasar makhluk aneh! Beraninya kau main lari begitu!" Alice kini menyalahkan makhluk itu. Kasihan makhluk itu. *plak
Setelah berbelok kanan-kiri, depan-belakang, atas-bawah, Alice pun keder sendiri karena gak sadar gak liat-liat arah dia berlari tadi.
"Eh... Gue ada dimana yak?"
Demikianlah pemirsa, Alice tersesat di hamparan rumput dalam hutan. Masih dengan kantung makanan yang dipeluk. Dia celingukan nyari makhluk tadi.
"Dimana lagi itu makhluk... Oh." Alice tidak sengaja melihat makhluk itu berhenti di belakang pohon dan menatapnya. Fisiknya manusia, tapi bedanya dia memiliki telinga kelinci dan memegang sebuah jam saku yang mengeluarkan sebuah melody. Mereka bertatapan sekarang.
Alice menelan ludahnya. Dia terdiam. "Eh..."
Makhluk itu mengedipkan mata, masih menatap Alice diam. Tak lama, Alice menunjuknya.
"Kau itu sebenarnya apa? Bisa dimakan kah?"
GUBRAKK
Sepertinya sang 'kelinci' tidak mendengar ucapan Alice karena jarak mereka cukup jauh. Alice masih termangu bingung. 'Dia gak jawab?' batin Alice. (A: haduh lice --")
"Oi, aku bertanya padamu! Kau itu—"
Belum sempat Alice menyelesaikan ucapannya 'kelinci' itu langsung lompat ke dalam lubang yang berada di bawah pohon. Alice sweatdrop.
"Dasar! Lihat saja kau nanti!" geram Alice mengepalkan tangannya. Dia pun mengikuti langkah kelinci itu dan melihat lubang di depannya.
"Jadi dia masuk sini kah? Ujung lubangnya tidak terlihat." komentar Alice saat melihat lubang itu.
"Maa ii ka. Bodo amat." itulah ucapan terakhir alice sebelum ikut meloncat ke dalam lubang...
"HUWAAAA EMAK!!!!! GELAP!!! LORONGNYA LICIN!!!! LOBANGNYA JADI GEDE!!!!" teriak Alice dengan histeris sambil memegang kantung makanannya yang dari tadi gak habis-habis *plak
Sekitarnya menjadi gelap dan lengang. Lalu tak lama cahaya kembali muncul dan dia terjatuh di sebuah...
Silahkan tunggu kelanjutannya di chap selanjutnya *plak
YOU ARE READING
Pandora Hearts In Wonderland
FanfictionBagaimana menurutmu jika para tokoh pandora hearts berada dalam setting wonderland? bagaimanakah peran mereka masing-masing? mari saksikan saja cerita mereka di wattpad ini bersama dengan para kegajean tokoh-tokohnya ☆Warning: Typo, Garing, Gaje, OO...
