Berawal dari rasa penasaran seorang gadis cantik bernama Nadine tentang sekolah tetangga "Nuansa".Seorang sahabat yang terkenal disekolah Nuansa lah yang membantunya mengenal semua murid sekolah tetangga itu., sampai pada akhirnya rasa penasaran itu...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Dengan semangat yang luar biasa cewe cantik dan berprestasi yang bernama Nadine ini mempercepat langkahnya menuju ruang kelas sementara waktu telah menunjukan pukul 7:03. "Assalamualaikum bu" salamnya kepada sesorang yang sedang menunggu kehadirannya didepan kelas "Nadine? Udah berapa kali ibu bilang kalau berangkat sekolah harus tau waktu!" orang itu sekarang benar benar marah padaku "hehehe ibu,map ya tadiiiiiii" tanpa menunggu pembicaraanku selesai"jangan bicara lagi! Awas saja kalau next time kamu masih terlambat! Jangan mentang mentang kamu anak berprestasi ya? Jadi kamu bisa seenaknya" ucapnya yang tak ku hiraukan dan membalasnya hanya dengan senyuman.
"lo tadi kemana dulu sih? Lo nyari mati ya? Udah tau ini pelajaran bus aalma,lo mau ....." ujar Mutia dengan muka yang sangat hawatir tanpa menunggu pembicaraanya selesai "udahlah gue cape,Mut!"
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
TELOLET!TELOLET!TELOLET
Akhirnya bel istirahat bermunyi, gue dan mutia langsung menuju kantin
"Nadine? Gue masih penasaran ko lo bisa telat lagi sih? Apa adik lo lagi alasannya?" Tanya Mutia sikepo maksimal
"yang harus lo tau sekarang alasan gue telat bukan karena adik gue.Tapi tadi gue diomongin tuh sama sekolah sebelah" jawab gue dengan wajah yang tak berbobot.
"oh yodagh" jawabannya yang ngebuat gue gendok sendiri
"lo gila yah? Sahabat lo jadi buah bibir sekolah sebelah cuman karena nubruk salah satu cewe centi tuh kalau ga salah namanya Oliv.lo cuman bilang yodagh? Hah nyet-_-"ujar gue dengan nada sangat keras.
"hehe.. apa lo bilang? lo nabrak Oliv? Lo gatau Oliv siapa?" Pertanyaannya kali ini dengan muka yang sangat serius
"ah elah paling anak cupu disekolah sebelahkan anak anaknya cupu semua makannya gue yang biasa biasa aja dijadiin pembicaraan" ucap gue sambil terus menikmati jus jeruk ala kantin sekolah kami yang elit ini yaitu( Khatulistiwa high school) yang 11,12an lah sama sekolah sebelah ( Nuansa high school)
"engga semua cupu nad,disekolah kita juga masih ada anak cupunya kan? Oh iya lo harus tau diNuansa yang paling berkuasa adalah Oliv Sudatriana yah oliv yang loh tubruk itu tepatnya" penjelasan mutia dengan sangat jelas yang membuat gue memuncratkan isi mulutan gue dipenuh dengan jus jeruk Bi iyem(pemilik kantin)