prolog

57 11 8
                                        

Hari ini adalah hari yang dinantikan oleh seluruh siwa dan siswi baru disetiap sekolah, dan juga hari dimana kakak kakak senior akan memanfaatkan hari ini untuk mengerjai juniornya ataupun tebar pesona mencari perhatian untuk menjadi terkenal a.k.a famous. Karna hari ini adalah hari dimana meraka semua harus menjalankan saat-saat pengenalan sekolah baru mereka.

Dan disaat semua orang sudah bersiap-siap atau mungkin sarapan bahkan akan segera berangkat ke sekolah baru mereka. Dan disinilah dia seorang gadis yang sedang sedang tertidur pulas dan menikmati mimpi indahnya di ranjang kesayangnnya itu harus terusik karna suara merdu dari jam wekernya yang akan setia membangunkan dirinya disetiap pagi.

Dengan mata yang masih sulit diajak berteman, tangannya kini meraih jam weker yang ada diatas nakas. Dengan melawan rasa kantuknya ia coba untuk membuka matanya, dan dengan matanya yang masih mengerjap-ngerjap itu ia melihat ke arah jam yang kini berada di tanggannya, lalu kembali melanjutkan tidurnya. Tak berselang lama dia kembali melihat jam weker itu dan membelakan matanya, dia tidak salah lihat kan, dikucek-kuceknya mata Indah itu dan kembali melihat ke arah jam yang benunjukan jam 06:30 itu.

Sebentar, sekarang jam 06:30 dan ia masuk sekolah jam 07:00 apa lagi perjalanan dari rumahnya menempuh waktu 20 menit dan dia hanya punya waktu sepuluh menit untuk bersiap-siap menuju sekolah barunya. Tanpa membuang waktu lagi ia berlalu lari kekamar mandi hanya untuk gosok gigi dan mandi bebek mungkin karna hanya jebar-jebur air beberapa gayung dan berganti pakaian setelah itu pergi kebawah berpamitan kepada kedua orang tuanya dan tidak tinggal satu tangannya mengambil sebuah roti panggang yang ada dimeja makan dan menggambil kunci mobil yang berada di laci meja menuju ke garasi untuk mengambil mobil kesayangannya dan menuju sekolah barunya.

Mungkin nasib baik sedang barada dipihaknya karna nyaris gerbang sekolah ingin ditutup ia sudah memarkirkan mobil tentunya.

Dan disini dia sekarang dilorong sekolah mencari keberadaan temannya saat smp yang memang tidak dekat dengannya tapi bisa dibilang pernah dekat dengannya, paham gak?

Okey, bagi yang tidak mengerti mohon dengarkan. Jadi dia saat kelas delapan dekat dengan karin-temannya- dan saat kelas sembilan hubungan mereka tidak sedekat saat kelas delapan lagi. Biasa lah ABG masih labil, okey sudah cukup penjelasannya.

Saat ini matanya sedang hikmat mencari cari karin yang ternyata sedang besama dengan Aisyah, dan dengan langkah pasti ia melangkahkan kaki menuju kedua temannya itu dan menyapa keduanya sambil tersenyum.

"Oiya sha, lo udah liat mading belum" tanya karin dan hanya dibalas gelengan dan kerutan didahi oleh gadis bernama nasha itu seolah-olah bertanya apa yang tertempel dimading karna sedari tadi ia tidak sempat melihat mading karna sibuk mencari karin "lo satu kelompok sama gua"

"Bagus dong, lo gimana sah" tanya nasha kepada aisyah.

"Gua beda kelompok sama kalian" kata aisyah dan nasha hanya ber o ria. Dan obralan mereka pun dihentikan karna suara bel yang, menandakan bahwa semua siswa baru harus berkumpul dilapangan untuk apel pagi. Dan saat itu kepala sekolah sudah membagi panitia osis untuk membimbing masing masing kelompok. Dan panitia osis yang membimbing kelompok nasha adalah kak Bella, kak khafi, kak millie dan kak ardi. Dan disaat sedang membimbing nasha dkk tak sengaja karin memergoki kak ardi yang sedang memperhatikan nasha dan segera menggoda nasha dan membuat semburat merah dipipinya. Dan akhirnya acara pengenalan sekolah selama tiga hari itu selesai.

Dan disini sekarang nasha, didalam ruang kelas bersama kelompoknya yang lain utuk mengerjakan soal, ya dia fikir hanya ujian dan ulangan saja yang harus mengerjakan soal-soal seperti ini. Tetapi untuk memilih kelas juga harus mengerjakan soal-soal yang memang menurutnya lumayan sulit karna dia tidak berfikir untuk belajar semalam dan selama libur satu Bulan juga ilmu ilmu yang diterima oleh otaknya menghilang solah ditelan bumi .

Matanya kini melirik ke arah karin yang dengan santainya mengerjakan soal soal didepan matanya itu, yang pasti menurutnya mudah karna dia sudah juara satu sejak smp. Huft nasib orang yang otaknya pas-pasan, dan kini ia hanya bisa pasrah seenggaknya tidak dapet kelas terakhir. Tidak adil memang dengan tes seperti ini akan ketahuan dimana kecerdasan otaknya, yang mendapatkan nilai kecil dan kelas paling akhir pasti akan berkecil hati.

Dan setelah selesai dengan soal-soal itu, disinilah nasha sekarang. Didepan mading dengan mata yang menyapu bersih seluruh kertas yang tertemper dengan baik itu, baiklah mungkin doannya diterima karna dia masuk kelas 10 ips 3, dia masuk kelas ips karna satu hal yang sangat ia hindari yaitu fisika. Dan ternya kiran masuk kelas 10 ipa 2 dan Aisyah masuk kelas 10 ipa 9 kelas terakhir, dan itu membuat nasha kaget karna Aisyah adalah salah satu murid yang masuk 5 besar dikelasnya.

Dan dengan senyum manis dan sikap ramahnya kini nasha sudah mempunyai sahabat walau yang memulai percakapan duluan adalah sahabatnya saat awal awal kenal. Maklum saja nasha adalah orang yang pemalu disaat baru kenal dengan orang baru dan akan sangat supel jika dia kenal baik dengan orang itu dan dua sahbatnya itu adalah Aerlyn bellvania cintakirana dan Akselia arsyifa salsabila.

Tolong koreksi typo ya :)

NashaDonde viven las historias. Descúbrelo ahora