Chapter 1

18 1 0
                                        

kringgg.....

Bangun pagi

Satu hal yang paling Friel benci, adalah bangun  pagi resiko cowo macam Friel yang paling males ngapa-ngapain

Di tambah lagi Friel harus masuk sekolah  baru yang sama sekali dia tidak inginkan. Friel melakukan nya dengan sangat terpaksa. 

Setelah selesai mandi Friel  langsung  mengeluarkan motor nya

"males banget gua hari ini harus masuk sekolah di kota baru yang gua sama sekali gamau"

ucap Friel sambil menaiki motor jadul kesayangan nya itu sambil menarik gas sepeda motornya itu.

Friel pun sampai di depan sebuah bangunan  besar bercat putih yang di jaga oleh seseorang satpam di samping gerbang nya.

Bagi Friel bangunan tersebut adalah penjara yang dijaga seorang sipir. 
Friel pun menghampiri gerbang itu dengan malas

"pak kalau ruangan tata usaha sebelah mana ya?"

"kamu murid baru ya?  Itu sebelah kanan pintu masuk dek"

"oh iya makasih pak"

Friel pun berjalan menuju ruang tata usaha

Ruangan dingin itu menyisakan seorang wanita

"iya siapa itu? "

" saya Friel murid baru"

"ohhh Friel murid pindahan dari Bandung? Sini masuk nak".

Berberapa saat Friel mengisi beberapa lembaran kertas putih dan mengeluarkan berkas berkas kepindahannya dari dalam tas.

"Mari ibu antar ke kelas Friel"

Ucap ibu guru itu berbarengan dengan Friel yang memberikan berkas berkas dan kertas putih yang sudah dia isi

Friel melewati sebuah lorong yang panjang bercat putih dan sampailah di sebuah ruangan yang cukup besar dan bertulisan Xlmia2 di pintu masuk nya.

"namagua  Friel  pindahan dari bandung " dengan nada sedikit agak kencang seakan ingin semua orang yang berda di kelas itu tausiapa dia.

" Ibuharap murid murid ibu bisa berteman baik dengan Friel"saut ibu guru yang mengantarkan Friel tadi

Tampaberpikir panjang Frielpun memilih bangku yang kosong kebetulan sekali tempatnya di pojok belakang tempat kesukaan Friel di tempat sekolah nya yang dulu karna di tempat itu dia bisa tidur pulas saat gurunya menerangkan tanpa di ketahui guru nya.

Belmasukpun berbunyi berbarengan dengan datang nya seorang guru yng ber nametag  Joko di dada sebelah kanan nya guru matematika yang di kenal dengan kegalakannya.

Maugalak ke maubaik ke maugurunya secantik apapun tetap saja Friel takpeduli dimanta Friel semua guru samasaja sama sama menyebalkankan alhasil  sekarang bukan memperhatikan pak Joko diamalah tertidur pulas dibangkunya.

Berjamjam punberlalu waktu sekolah yang hannya tujuh jam bagi seorang lelaki pemalas macam Friel serasa satu taun.

kring.......

Belpulang pung berbunyi membuat Friel langsung bergegas menuju tempat parkir lalu mengendarai motornya dengan sedikit agak cepat di temani oleh anggin yang menerpa wajahnya.

Friel mampir di sebuah warung tempat biasa dia nongkrong sambil menghisap rokok yaang dia beli di warung bi Toto yang mempunyai warung sekaligus pemilik tempat tongkrongan itu.

Senjapun datang matahari mulay sedikit terbenam Friel menatap jam yang ada di pegelangan tangan nya
Yang menepatkan pukul setengah empat sore membuat Friel beranjak dari  tempat duduk nya dengan sangat terpaksa Friel pun berlekas pulang kerumah tiada halyang menarik bagi Friel di hari pertamanya masuk sekolah nyaitu.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 26, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

The unexpectedStories to obsess over. Discover now