Okay now! Tarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan! Ulangi lagi Gessa! Jadi sekarang aku sudah berada di depan pagar rumahku sendiri. Kata kak Elmo, kak Gesvan akan datang jam 7 kan? Tapi, sekarang aku melihat motor asing terparkir di depan rumahku. Aku gugup setengah mati. Karena nih, katanya kak Gesvan galak kan? Jadinya aku jinak lah.
"GESSAAA!"teriak Kagan, eh Kagan?! tumben udah pulang.
"Kenapa kak?"jawabku seraya melihat ke arahnya yang berdiri di dekat pagar.
"Loh! Kenapa?! Justru Kagan yang nanya, Kamu kenapa gak masuk?"tanya Kagan penasaran.
"Euh, Itu motor Kak Gesvan ya?"tanyaku ragu.
Kagan memperhatikan wajahku dengan bingung, lalu menjawab pertanyaanku sambil tersenyum.
"Iya dek! Ih, beneran yah Kakak aja pertama kali liat muka si Gesvan itu serem abissss! semacam calon guru killer dek! Kakak aja tadi diliatin kayak gini nih, noh."jawab Kagan sambil melototkan matanya secara paksa.
Kagan serius gak sih, merinding aku.
"Boong ya kak?"tanyaku ragu.
"Masuk aja kalo gak percaya! kalo Kagan jadi kamu, Kakak bakal kabur!"jelasnya seraya mengendarai motornya dan pergi, lah pergi beneran?!
Kalo aku sms Kak Elmo pasti gak dibales, tadi aja abis nganterin aku dia langsung pergi karna ada urusan mendadak, emang dia punya temen disini? Oh iya, fyi Kak Elmo baru beli motor tadi pagi.
Aku pun memberanikan diri untuk memasuki rumahku, dan membuka pintu rumah perlahan, dan terlihat seorang lelaki berbincang-bincang dengan Mama. Aku gak bisa liat wajahnya, dia memunggungiku.
"EH GESSA! UDAH PULANG!"teriak Mama masih tetap membahana dan mengagetkanku yang tengah ketakutan akan cerita Kagan.
Lelaki yang memunggungiku pun menoleh ke belakakang, ke arahku. Aku melihat wajahnya kawan. Dia melihat wajahku kawan. Kita bertatapan kawan. Dan apa yang terjadi?
'YAAMPUN DIA GANTENG BANGET YAAMPUN ASTAGAAAAA!'teriakku dalam hati.
Dia yang melihatku tersenyum dan agak tertawa kecil, Eh mengapa? Oh, pantas saja! mulutku ternganga ternyata!
"Gessa duduk sini!"suruh Mama.
Aku pun menurutinya tanpa melepas pandanganku dari sosok yang seperti pangeran di negeri dongeng! Dan aku putrinya!
"Gessa, ini Gesvan guru privat kamu! dia datang lebih awal katanya mau perkenalan dulu."jelas Mama.
'Eh, ciee yang pengen banget kenalan sama akuu.'batinku dalam hati.
"Iya Ma, aku udah tau."jawabku jaim.
"Oh iya, Gesvan. Kita belum kenalan secara langsung kan?"tanya dia seraya membuka tangannya ingin menjabatku.
"Aku Gessa."jawabku dan membalas jabatan tangannya.
"Oke jadi tempat yang ada kalian gunakan untuk les privat ini adalah di kamar Gessa."jelas Mama membuatku ternganga untuk yang kedua kalinya.
'Aaaaaaa! Mama emang terbaik! Asik di kamar berdua sama cogannnn! Aaaaa!'batinku.
"Loh, kenapa gak di ruang tamu, Mah?"tanyaku jaim.
"Udah Mama percaya kok sama Gesvan, dia gak akan ngapa-ngapain kamu!"jelas Mama.
Aku dan Kak Gesvan saling berpandangan untuk beberapa detik. Detak jantungku berpacu lebih cepat kepadanya.
---
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Semua orang yang sibuk dengan kepentingan masing-masing sudah mendarat di rumah tercinta sejak satu jam yang lalu. Kak Gesvan ikut makan malam bersama keluarga kami, dia orang yang pendiam ternyata.
"Oke kalian bisa mulai KBMnya mulai dari sekarang."ucap Papa seperti pemandu Games show di tv.
Aku dan Kak Gesvan pun menaiki tangga.
Karey, Kagan, dan Kak Elmo melihat kami menaiki tangga dari bawah dengan tatapan jail mereka.
'Mamaaaa aku gak yakin bisa bedain mana pelajaran mana muka Kak Gesvan, Maamaaa!'teriakku dalam hati.
---
Hollaaaaa! Oke sorry pake banget updatenya lama bangettt! Maaf kalo mengecewakan yaa. Ohya sekalian promosi nih, cerita baru aku judulnya Pame's Story.
Okee sekiannn! Aku butuh pake bangettt vomment kalian semuaaaaa muahh!
YOU ARE READING
Unpredictable
Teen FictionAwalnya Aku memang hanya seorang remaja biasa. Namun, permasalahan yang Aku hadapi cukup tak biasa. Menjadikan segala sesuatu yang biasa menjadi tak biasa. Inilah Aku, tolong berhenti mempermainkan segala sesuatu tentang diriku. Jika kau memulai, ma...
