01

11 1 0
                                        

"Akhh"

Pekik seorng gadis yg terjatuh. Dia berlari kembali setelah beberapa kali terjatuh, darah segar mengalir di bawa sana, kakinya sudah tida bisa bertahan lagi. Tpi dia harus tetap berlari. Para lelaki nakal masih saja mengejarnya.

Gadis itu berada di daerah yg sangat asing untuknya. Ya, dia sebatang kara disini, dia terus berlari menghindari para lelaki itu tampa tau hrus kemana. Ia tida memiliki apapun selain drees putih yg ia kenakan dan tas ramsel hitam di belakannya. Ia bahkan tidak menggunakan alas kaki

23.00pm
Gadis itu duduk di sebuah taman. Kepalanya tertunduk memandangi kaki telanjangnya yg terluka. Menggerak gerakan jari jari kakinya pada rerumputan.

Taman itu sunyi, Hanya ada beberapa kenderaan yg berlalu lalang di jlan.

Gabril pov

Sudah sekitar 3jam lebih aku memandangi gadis berambut pendek sebahu berwarna ungu gelap itu menunuduk.

Aku bahkan menghabiskan 4 kaleng minuman soda tapi gadis itu masih belum memperlihatkan wajahnya

Ku lihat dia tidak membawa apapun selain ransel yg tidak terlepas di bahunya.

Ini sudah jam setengah dua kenpa gadis yg kuperkirakan umurnya belasan tahun itu belum pulang? Apa orangtuanya tidak mencarinya? Apa dia kabur dari rumahnya? Ah, remaja jaman sekarang semakin aneh saja.

Dan lihat aku? Sedang apa aku? Memperhatikan gadis itu selama 3jam lebih? Dan menunggunya pulang? Sejak kapan aku memedulikan seseorang? Terlebih lagi wanita. Ah aku harus pergi sekarang

Aku keluar dari taman. Tpi kenapa rasanya aku terus memikirkan gadis itu. Seolah olah aku bertanggung jawab di sini. Ah yg benar saja?

Sebisa mungkin aku mengalihkan pikiranku dari gadis itu. Tpi lihat? Aku mendapati diriku berjalan masuk ketaman itu lagi

"Aissh"

Aku menggerutuh kesal. Kenpa gadis itu masih duduk dngn posisi yg sama? Menunduk dan Mengerak gerakan kakinya. Aku yg melihatnya saja merasa sangat pegal. Apa dia tidak?

Ku beranikan niatku untuk mengahampirinya.

Semakin dekat dapat ku lihat dngn jelas tubuh rampinya, drees putih itu terlihat sedikit kusut, aku melangka semakin mendekat. Dia tidak menggunakan alaskaki? Kakinya berdara, dia terluka?

Gadis itu berhenti menggerakan kakinya tepat saat aku di hadapannya.

Kepalanya terangkat menghadapku. Wajahnya penuh keringat? Oh tidak, mlm ini bahkan sangat dingin. Menangis? Apa gadis itu menangis?

"Siapa kau?"

Mata sayupnya menatapku tajam
"Bukan siapa siapa, hanya saja ku lihat kau dari tadi duduk saja, kau tau ini sudah jm brpa?"

Gadis itu menatapku semakin tajam. Ohya, mungkin dia berfikir aku seorng penjahat?

"Tenang saja, aku tidak berniat jahat. Ini sudah hampir jam 3 kau tau?"

Gadis itu diam
Menunduk dan menggerak gerakakn kakinya lagi

"Aku sunggu tidak perduli apa yg kau pikirkan atau apa masalahmu, tdinya aku sudah berada di parkiran dan akan segera pulang aku berusaha untuk tidak memperdulikanmu. Tapi melihatmu 3 jam yg lalu melakukan hal yg sama seperti skrng di jam 3 ini membuatku semakin kesal. Jdi ksrang pulanglah"

Aku mencurahkan semua yg kurasakan karna aku memang bukan orng yg perduli kepada siapapun. Dan skrng kecuali gadis ini.

"Bawa aku pergi bersamamu"

MIN EURAStories to obsess over. Discover now