Aku masih teringat jelas dentuman langkahmu meninggalkanku
Dalam sunyi malam
Dalam rinai hujan
Derasnya air mata mengalahkan rinai hujan
Ditempat ini kau berdiri, lalu berlari pergi
Sering aku tanya mengapa?
Mengapa kau hantarkan sunyi padaku
Mengirisku dengan sembilu
Memberikan nada sendu
Terlintas dalam pikirku kau kan menjemputku
Tapi takdir tak seindah itu
Biarlah aku disini, menemani jejakmu
Hingga saat kau kembali, kita kan bersama lagi
Bintang memang tak setia menemani langit malam
Tapi malam kan slalu merindukan sang bintang
YOU ARE READING
Hanya Hati Yang Mampu Berkata
Short StorySaat mulut tak mampu berucap, saat hati meminta terucap, saat itu semua itu menuntut diucapkan. Ini merupakan sajak atau puisi untuk mereka, mereka yg dekay dihati.
