"Good Job Miss! Perfecto " ucap laki-laki berkumis.
Cewek yang berdiri didepan laki-laki berkumis itu hanya tersenyum mendengar pujian itu.
Cewek itu sangat suka dengan pekerjaannya, yaitu sebagai detektif. Pekerjaan yang menyenangkan, menegangkan, seru dan yang lainnya. Hanya itu yang ada dipikiran cewek itu. Fenafa, itulah namanya.
Dia bergegas keluar dari ruangan Big Boss yaitu Kepala Team 2 detektif. Berjalan menuju ke ruangannya dan mengambil tas dan jas nya. Dia berencana pergi ke Rumah Sakit. Bukan karena sakit, tapi dia ingin melihat kakak laki-laki yang sangat ia sayangi. Kakaknya seorang dokter. Sebelum sampai di RS, dia membeli makanan sehat untuk makan siang kakaknya.
"Nih kak, dokter kok nggak merhatiin tubuhnya sendiri sih" ucap Fenafa sambil menyodorkan sebuah makanan.
Kakaknya hanya tersenyum dan segera memakan makanan itu. Fenafa melihat kakaknya yang sangat lahap memakannya. Daba, kakak Fenafa mengusap kepala Fenafa yang daritadi memperhatikan dirinya sedang makan.
"Gimana? Sukses?" tanya Daba
"Apanya kak? " seketika mengangkat alis kanannya.
"Pekerjaan kamulah.. Dewek! " tegas Daba
"Sukses dong.. Btw Dewek apaan kak? "
"Detektif cewek, sayang... "
Fenafa yang sudah tahu hanya mengangguk dengan mulutnya yang berbentuk bulat, mengerti.
Drrrttt Drrttt
Hp yang bergetar di saku Fenafa sontak membuatnya kaget. Dia pun langsung mengambil dan mengangkat telfonnya.
"Ya? "
"Big mission ?"
"Okay boss"
Dia kembali memasukkan telfon nya ke saku. Kemudian, menatap kakaknya dengan tatapan penyesalan.
"Kamu sibuk juga ya.. Yaudahlah kakak juga sibuk. Cepet, ntar dicariin boss mu loh" jawab Daba yang mengerti keadaan Fenafa.
"Makasih kak. Kalau ada apa-apa telfon aku ya" ucap Fenafa dengan tegas
Kakaknya tersenyum dan mengedipkan kedua matanya dengan perlahan. Fenafa pun memeluk kakaknya dan hampir membuat makanan kakaknya terjatuh.
Beberapa menit kemudian, Fenafa sampai di tempat kerjanya lagi. Ya.. Hampir hidupnya di habiskan disebuah kantor yang lumayan megah.
"Big Mission?" tanya Fenafa
"Maksudnya boss? " tanya Joshua
Rapat untuk misi selanjutnya telah dimulai. Sepertinya misi ini cukup serius karen big boss sampai bilang kalau ini adalah Big Mission.
"Kita akan mencari pelaku pengedar barang illegal." tegas big boss sambil memukul meja dengan keras.
"Lalu siapa yang akan menyamar untuk misi kali ini?" tanya Baero
Mata Big Boss tertuju pada Fenafa. Tatapan mereka pun bertemu. Fenafa mengangkat kedua alisnya. Big boss menunjuk Fenafa dengan telunjuknya yang kecil :v
"Saya?" Fenafa memastikan
"Ya. Karena kamu sudah melaksanakan tugas mu dengan benar kemarin" jawab big boss
"Oke boss"
2 hari kemudian.
"Lu cantik juga ya fe" puji Yeros
"Gue gibeng lu" ucap Fenafa sambil mengepalkan tangannya.
"Ampun fe ampun.. Becanda kali" Yeros nyengir dan menyatukan kedua tangannya didepan dadanya.
Fenafa siap menjalankan tugas. Kali ini dia menyamar dengan sangat nyaman, karena dia menyamar sebagai wanita kantoran. Sebelumnya dia menyamar sebagai pembantu, nenek-nenek, dan masih banyak lagi.
Dia sudah membaca berkas berkas tentang misi ini. Dia langsung menuju ke TKP.
Sebuah gudang kumuh, dan jarang dilewati orang.
Dia melangkah dengan hati-hati karena takut ketahuan orang lain terutama tersangka. Langkah nya sangat pelan dan tak terdengar. Tapi tiba-tiba...
Ada sebuah tangan yang memegang punggungnya
"Anda siapa?!"
Thank you udah baca..
Penasaran siapa yang megang pundak Fenafa? Terus baca ceritanya ya..
Makasih.. 😊
YOU ARE READING
The Fault
Romance"Kewajibanku untuk melukaimu. Tapi... Aku tak bisa melukaimu." Pistol itu saksi atas semuanya. Pistol itu yang hanya diam, dan menunggu keputusan mereka berdua. "Kenapa takdir kita seperti ini?" "Mungkin ini yang terbaik untuk kita. Tapi dengark...
