Prolog

263 7 1
                                        

10 tahun yang lalu,

"Apa? Ita mau pergi? Kenapa?" tanya bocah laki-laki itu setelah mendegar ucapan sahabatnya.

"Iya, Lio. Ita harus ikutin papa pergi ke luar kota. Kata papa, disana Ita bakalan  punya temen baru. Tapi Lio enggak bakal  lupain Ita kan?" balas anak perempuan itu.

"Nanti yang Lio ajak main siapa dong? Ita nggak seru ah" sungut bocah itu.

"Maafin Ita, Lio. Kata papa, kita pasti bakal kembali kesini lagi kok"  kata anak perempuan itu dengan ekspresi sedih.

"Janji ya? Oleh-oleh juga dong buat Lio" tukas bocah itu sambil menunjukkan kelingking sebagai janji.

"Iya, janji. Nanti Ita beliin Lio mobil-mobilan yang banyak ya. Biar Lio  seneng"  balas anak perempuan itu sambil mengikatkan kelingkingnya pada kelingking bocah itu.

"Yey, asik. Ohiya, ini buat Ita. Jangan  dibuang ya, biar Ita inget terus sama Lio"  katabocahitu seraya memberikan  gelang yang sama bentuk cuma berbeda  warna dengannya. "Satu untuk Ita, satu  untuk Lio" lanjutnya.

"Pasti Ita pake terus kok. Yaudah ya, Ita pamit dulu. Dadah Lio" balasanakperempuanitu seraya berjalan kearah  mobil yang sudah menunggunya.

" Lio  bakalan  nungguin  Ita " janji  bocah laki-laki itu dalam hati.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Prolognya gimana? Aneh gak? Masi baru awal kok. btw ini cerita terbaru gue, semoga suka ya:)

ChiqWhere stories live. Discover now