💖Run Away💖

7 3 33
                                        

    
     "Ouch it's so cold", pohon bagaikan dibalikkan. Daun-daunnya jatuh berguguran menutupi jalan. Kalau aku memperhatikan pohon-pohon di musim gugur seperti sedang berdansa. Mereka bergoyang-goyang dengan iringan musik angin. Daun- daunnya seperti butiran orang berkeringat yang luruh. Semakin hari banyak yang berguguran. Musim gugur adalah musim yang penuh warna. Berbagai warna bercampur menjadi satu, seperti tumpahan cat seorang pelukis. Warna-warna di musim gugur membuat suasana menjadi sendu. Pada kenyataannya mereka menggugurkan daun adalah untuk menyiapkan diri untuk tidur panjang selama musim dingin. Karena setelah salju mencair, akan tumbuh tunas baru. Seperti pohon jati yang menggugurkan daunnya di musim kemarau dan akan tumbuh kembali di musim penghujan. Membayangkan tiap helai daun yang terlepas dari batang pokok membuatku sedih. Mereka harus merelakan daun-daun tersebut terlepas. Hanya untuk mempersiapkan diri tidur panjang di musim dingin. Tidak adil bukan? Tapi alam selalu adil. Hanya saja kita sebagai manusia memandangnya dari sudut yang berbeda.

     Aku pernah merasa tidak adil, saat itu aku sedang berdiri di depan cermin, memandang bentuk tubuhku yang tidak seindah bentuk tubuh kakakku. Tubuhku sama sekali tidak menarik, jauh berbeda dengan bentuk tubuh kakakku. Dia sangat proporsional mempunyai lekuk tubuh pada tempatnya, aku merasa ini tidak adil. Tapi dia yang meyakinkan ku kalau aku ini istimewa. Kalau mengingat apa yang dia katakan tentang diriku terkadang aku merasa benar benar sudah gila. Langit malam di musim dingin begitu cerah, hanya langit gelap dan sedikit cahaya lampu jalan. Udara malam di musim gugur seperti di lemari es, begitu dingin. Tapi, hey......... menurutku udara dingin ini semakin bagus. Bagi sebagian orang musim dingin sangat membosankan, tapi menurutku maksudnya orang yang sedang jatuh cinta seperti ku musim dingin justru semakin romantis. Karena di saat musim dingin seperti ini kita membutuhkan kehangatan kan? Kita merindukan seseorang untuk berdekapan berbagi kehangatan.

     Mengingat musim dingin yang romantis membuatku semakin bersemangat untuk membaca buku lagi. Tahun depan kami tepat berumur 18tahun. Semoga diusia itu, aku dan Jason bisa bersikap dewasa. Yah, paling tidak kami tidak marah-marah hanya urusan sepele. Kami ingin menikmati hari-hari indah bersama. Angin berhembus kencang. Lewat celah jendela kurasakan angin dingin menerpa tangan ku. Ah.... musim dingin. Saat ini pasti Jason juga sedang belajar. Tapi sangat aneh, setiap aku mulai chat atau menghubunginya lewat telpon, pasti selalu bil, "nanti saja, masih ada mama di hadapan ku". Sepertinya ibunya Jason menentang hubungan kami. Jason adalah anak kebanggaannya, aku juga menyadari kalau Jason pantas di banggakan. Tapi, rasa bangga ibunya Jason itu kurasa agak berlebihan. Setelah mengetahui hubungan kami maka semua larangan berlaku saat itu juga. Di larang menelepon, di larang pergi keluar rumah selain kegiatan sekolah.

     Huff..... tapi walaupun penuh dengan tantangan justru malah membuat kami bersemangat, menikmati setiap kesempatan bersama. Walaupun itu artinya kita hanya bisa bersama ketika ada kegiatan di sekolah. Jason adalah pemain football, sedangkan aku adalah pengurus klub. Suatu hari minggu saat liburan latihan, kami berdua kencan(stttt... Jangan bilang ibunya Jason yah!!)"besok jangan lupa bawa baju ganti" kataku mengingatkan. Jason hanya tersenyum dan menggelengkan kepala, kemudian berkata "memang kenapa kalau aku pakai kaus olah raga? kamu takut ya sama keringat ku?".

     Aku hanya tersenyum sambil berkata "tidak, aku suka melihat kamu bercucuran keringat, sebab terlihat sexy". Setelah menyadari apa yang baru saja ku ucapkan, aku langsung lari dari hadapan Jason karena malu. Tapi, ketika ku berlari Jason malah mengejarku sambil tertawa. Ah.... bodoh sekali mengatakan apa yang ada di dalam pikiranku di hadapan Jason. Kuharap Jason tidak berfikir negatif terhadap ku. Setelah berlari-lari kecil akhirnya Jason dapat menangkap ku dan memelukku dari belakang sambil berisik di telingaku "jangan malu begitu dong, besok aku bawa baju ganti kok",lalu tiba-tiba saja Jason menggigit dan menghisap leherku membuat aku merinding dan terkejut di waktu yang sama. Dan aku mendengar Jason tertawa kecil sambil berkata, "maaf aku tidak tahan untuk tidak melakukannya karena kamu sangat lucu sekali jika terkejut. Maaf ya sayang". Jason berkata sambil mengusap rambut ku dan berlalu pergi ke kamar ganti.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 24, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Judul Standar - Tulis Judul Kamu SendiriStories to obsess over. Discover now