Seperti janji yang diucapkannya setahun yang lalu, ia akan datang ke pantai ini setiap tahun. Ia menunggu seseorang yang mencintainya dan juga ia cintai.
"Pasti dia nggak akan datang. Aku sudah menunggu begini lama" sesalnya dalam hati.
Gadis itu dengan pasrah hanya menunggu, menanti dan berharap.
Hari ini pantai lebih sepi dari hari sebelumnya. Memang, cuaca hari ini sangat tidak mendukung dan tidak bisa di ajak kompromi dengan orang-orang yang menantikan saat bersenang-senang di tengah buih ombak. Tapi, apabila sang maha kuasa sudah berkehendak. Lalu apa yang bisa kita lakukan lagi?
Laut mulai pasang, angin bertiup kencang membuat rambutnya yang dibiarkan tergerai sebahu melambai-lambai tersapu oleh angin, dan langit mulai remang-remang.
Walau begitu, Sefia tetap setia menunggu. Apakah orang yang ditunggunya sudah lupa dengan janji setahun lalu? Sefia terus menunggu, namun yang ditunggunya tak kunjung datang.
Nafasnya memburu dan hatinya gundah, Sefia berusaha menenangkan diri.
Ia memejamkan mata, mengingat kenangan dan kata-kata seseorang yang berjanji akan kembali dengan rasa yang akan tetap sama.
YOU ARE READING
SEFIA
FanfictionSefia sudah lama mengagumi Gana dalam diam. sosok lelaki misterius, dingin, cuek terhadap sekeliling dan sangat susah untuk di jangkau. Tetapi mempunyai kecerdasan yang luar biasa. Alih-alih dekat dengan Gana. Takdir malah mendekatkan dan me...
