PROLOG

14 4 0
                                        

Di pagi hari yang cerah ,Mentari Bersinar menyinari seorang gadis yang masih tertidur lelap di kamarnya...

Knok... Knok... Knok.... (Suara pintu diketuk)

"Umhhhh.... Siapa....?". Gumam pricil dengan suara serak khas bangun tidur.

"Nona ada tamu...". Jawab seorang wanita paruh baya di belakang pintu.

"Aku akan segera kesana". Jawab pricil sambil berusaha bangun dari tempat tidur.

Pricil POV

Aku berdiri di depan cermin wastafel kamar mandi ku ,aku bertanya tanya pada diriku sendiri... Tamu ? Sudah lama tidak ada tamu semenjak kepergian Mama ,aneh mendengarnya... "Tamu" kata kata itu terus terngiang di pikiran ku ,aku sudah selesai mandi dan sekarang aku di depan lemari ku aku memakai baju kemeja putih dengan jeans berwarna biru dongker ,aku bercermin di meja rias ,menyisir rambut ku ,mempoles wajah ku dengan polesan tipis bedak dan memoles bibir ku dengan lip gloss agar tidak terlihat pucat, baiklah aku akan segera turun kebawah.

Aku melangkahkan kakiku keluar kamar dan disambut oleh Senyuman hangat dari salah satu maid ku...

"Siapa tamunya ?". Tanya ku pada Maid ku.

"Maaf non saya juga tidak tau... Dia perempuan". Jawab maid.

Entah mengapa saat aku berjalan menuruni tangga detak jantungku berdetak sangat cepat.

Baru sekarang ,baru sekarang ada tamu yang datang ke rumah ku ,setelah sekian lama...

Aku melihat seorang gadis yang sepertinya sebaya dengan ku tersenyum ramah kepada ku ,Aura nya... Sangat langka... Aku tersenyum dalam hatiku.

"Selamat pagi nona... Maaf mengganggu tidur mu". Katanya dengan senyum manisnya.

"Ada hal apa ? Kenapa kamu datang kerumah ku ?" Tanya ku tegas ,sebenarnya aku gugup dalam hati.

"Sebelumnya perkenalkan nama saya laluna videliana ,nona bisa memanggil saya dengan sebutan luna ,saya kesini karena disuruh tuan Beril untuk mengajak nona pergi kesekolah ,mulai besok... Masalah seragam ,dan sekolah mana ,sudah saya atur semuanya nona". Jelas luna

Perasaan ini... Antara bahagia karena bisa keluar rumah ,dan binggung karena bukan ayah yang mengurus sekolah ku ,aku senang sangat senang hati ku bagai menari nari di dalam tubuh ku. Aku tersenyum sekilas...

"Baiklah...Maid siapkan kamar untuk dia ,saya akan ke atas sebentar". Kata ku tetap tegas walaupun sebenarnya aku sangat senang.

To be Continued...

GIVE ME VOTE AND COMMENT

Share my story😄

I'm DifferentWhere stories live. Discover now