<.Masa Kecilku Rusak, Benarkah ?.>

98 6 13
                                        

(( Shiro P.O.V ))

*Flashback**

"Mama, mama ?" kata versi 5 tahunku kepada mama yang sedang memasak makan malam.

"Hm? Iya shiro ?" jawab Mama dengan lembut.

"Kapan kita akan mengunjungi Papa ?" tanya aku. Untuk umur yang muda, aku sudah mengerti hal seperti kematian, jadi tidak seperti anak lainnya yang bertanya, dimana ayah ?

"Ahh, besok kita akan mengujungi dia, tenang saja. Nah makan malamnya sudah siap! Duduklah di meja makan." kata mama sambil senyum.

"Mhm !" aku berlari ke meja makan dan duduk di tempat yang biasa, tepat setelahnya mama menaruh makanan nya didepan ku.

"Selamat makan !!" teriak aku yang setelahnya menyantap makanan buatan mama.

<*Besoknyaa di makam Papa*>

Aku datang ke makam Papa dengan Mama sambil membawa bunga Lily 'seingatku bunga lily itu favoritnya papa, bener nggak sih ??' aku berpikir-pikir, sampai aku tak sadar kalau aku sudah berada di depan makam papaku.

Aku tidak pernah tau wajah papa, dia meninggal dunia pada saat aku masih bayi, tapi aku ingat sedikit suaranya.. berat, tapi lembut dan tidak kasar sama sekali. Aku sampai bingung bagaimana aku bisa ingat suaranya, kebanyakan orang akan mengingat wajah lebih daripada suara.

"Nah, Shiro, ayo kita doakan Papa agar dia tenang diatas sana.." kata Mama lemas, 'mama kenapa ?'

Aku pun mulai berdoa, dan menaruh bunganya dia makam Papa. Membiarkan kegelisahanku lewat dulu.

Setelah berdoa, kita jalan menuju ke rumah dengan jalan kaki, tadinya pakai taksi untuk berangkat, tapi sekarang nggak mau ah.

'Nanti makan malam apa ya ? Mungkin sup ? Ataaauuu...hmm, sup juga ? No..karage ? Aku pengen kara-' pikiranku terhenti ketika aku merasa pegangan mama mulai lepas dan mama terjatuh sambil batuk darah.

"Mama, mama ? Mama ?!" aku berteriak sampil menggerakkan tubuh mama, mata mama sudah tertutup, aku tidak tau harus apa. Orang-orang mulai mengkerubuni aku dan mama

Aku tidak bisa bergerak, aku tidak tau harus apa, jadi aku hanya menteriaki mama. Tapi, tentu saja, mama tidak merespon.

Ada satu orang yang menelpon sesorang bernama 'ambulans' sambil melihat ke aku.

Ketika itu juga, semuanya disekitarku menjadi gelap.

'Aku..pingsan, Jangan kumohon..aku tidak mau hidupku r-rusak..'

<*skip time*>

Aku pelan pelan membuka mataku, rasanya berat sekali mataku..

Aku bangun di tempat yang tidak aku ketauhi sama sekali, 'aku dimana ? Berapa lama aku pingsan ..?' pikiranku terputus ketika anak yang seumuran denganku masuk kamar yang aku tempati sekarang ini.

"AHHH, eh.. ? Ternyata kamu udah bangun ?! Kenapa nggak bilang dari tadi ?!! BU INKO ! DIA SUDAH BANGUN !!" teriak anak dengan rambut oranye berantankan.

"Nama kamu siapa??" tanyanya

"Ummm.., Haruichi.. Shiro" kataku agak malu.

"Uwahh, Shiro ? Yup! Kalau begitu senang berkenalan denganmu, namaku Tetsu Tsuyoi !" dia bilang atau lebih tepatnya..teriak.

"Ah..iya senang berkena-" saat itu juga tiga anak laki laki, dan seorang ibu memakai kacamata memasuki kamar.

"Wahhh, dia sudah bangun !!" teriak anak dengan gaya rambut mirip denganku. Punyaku berwarna hitam sementara dia coklat gelap.
"R-rion..! Jangan t-teriak, nanti dia takut.." sahut anak dengan rambut putih ke-abu-abuan, pemalu level tinggi kah ? Aku pikir.

Anak dengan rambut hitam kebiruan menghampiriku dulu, sambil tidak menunjukan emosi apa pun

"ahh, maaf soal mereka, kau akan terbiasa dengan nya.. namaku Sakuraii Ginga, senang bertemu denganmu" kata anak bernama Ginga

Terbiasa? "Ah iya.." kataku

"Nah nah, semuanya tenanglah, nama kamu shiro kan ? Senang bertemu denganmu, panggil saja aku Bu Inko, aku pengurus di panti asuhan ini ~" dia bilang dengan sopan.
"Panti..asuhan ?" tanyaku bingung
"Iya, sayangnya kami tidak tau apa yang terjadi dengan ibu mu.." kata Bu Inko.

"Oh.." aku menunduk

"Tenanglah kami akan mengusir kesepiaan mu itu !! " Tsuyoi bilang sambil tersenyum lebar. Aku tertawa kecil karna kelakuannya .

"T-tsuyoi-chan..! Jaga kata kata mu..!" teriak kecil dari pemalu level tinggi.

Bu Inko hanya menghela nafas karena kelakuan mereka.
"Jadi yang pemalu ini Kakushi Sutaa "

"h-halo.." kata Sutaa
"halo Sutaa-chan !" dia jadi kaget dan sembunyi dibelakang kaki Bu Inko.

"dan dua ini kamu sudah tau, yang berisik Tetsu Tsuyoi- "

"Hey ! Aku nggak berisik tuh!" kata Tsuyoi

"Daaan, yang menghampiri kamu duluan tadi, Sakuraii Ginga"

"Yo" katanya singkat

"Dan mungkin kamu nggak tau, tapi -"
Bu Inko menghela nafas bahagia "Haruichi Shiro dia adalah sepupumu dari ayah kamu, Haruichi Rion!"

"Huh ?" kata aku dan Rion bersamaan, memang sih dia agak mirip. Meskipun rambut belakangnya agak berdiri karna rambut tidur

"Loohh ?! Beneran ?! Jadi selama ini aku punya sepupu ?! Siapa yang lebih tua, Bu Inko ?" Tanya Rion

Bu Inko tersenyum bangga, sambil bilang,

"Shiro lah yang lebih tua~"
"apa" Rion bilang nggak percaya. Mukanya kayak orang dikentut-in dari belakang.

Semuanya pun tertawa kecuali Rion yang merasa aneh sambil melihatku,

"Baiklah...kakak.." Rion bilang kecil
"Heh, tetep aja Rion yang paling muda" Ginga bilang sambil tertawa
"HEY!"

"Baiklah, aku akan buat makan malam untuk semuanya, kalian bermain lah" Bu Inko bilang sambil menutup pintu kamar.

"Baik!" kami semua bilang ( Tsuyoi dan Rion yang paling kenceng pastinya)

Aku rasa hidupku tidak terlalu rusak.. Aku pikir, sambil tersenyum.

Hidupku yang baru dimulai disini.

<author times>

Hey heY HEY !! ini sang author, panggil saja aku Chaton, ini story pertama ku jadi Terima kasih banyak yang telah membacanya !! *intense bows* dan sampai jumpa di part setelahnya !!

Ingat semuanya punya mulai nggak mungkin langsung bagus !

Buh Byeee Mina !!~ *sparkle sparkle*





.Five Winds.Where stories live. Discover now